Berita

syahganda nainggolan/ist

Menguat Imbauan Bang Buyung, SBY Harus Minta Maaf

RABU, 20 JULI 2011 | 10:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena gagal dalam menjalankan janji utamanya, memberantas korupsi. Karena faktanya, elit Partai Demokrat, M Nazaruddin, meski sudah menyatakan mundur, saat ini terlibat dalam kasus korupsi. Diduga elit partai Demokrat lainnya juga terlibat dalam kasus yang sama.

"SBY harus meminta maaf kepada publik. Saya memperkuat apa yang dikatakan Bang Buyung (Adnan Buyung Nasution) baru-baru ini bahwa SBY harus minta maaf. Karena dia sendiri yang mengatakan akan perang melawan korupsi," kata pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Permintaan maaf ini, karena SBY tidak mampu menertibkan dan mencegah pengurus partai yang ia dirikan melakukan tindak pidana korupsi. Setelah meminta maaf, lanjut Syahganda, SBY harus merevitalisasi janji-janjinya. SBY harus meyakinkan masyarakat bahwa dia akan betul-betul menghunus pedang dalam perang melawan korupsi.


"Jadi pedang jangan-diayun-ayunkan saja. Kalau (itu) nggak (dilakukan SBY), akan terjadi krisis kepercayaan secara total di dalam masyarakat terhadap seluruh elit-elit bansga ini. Tidak ada lagi pegangan," ungkapnya.

Tak sampai di situ, menurut Syahganda, SBY juga harus mempertimbangkan pernyataan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Letjen (purn) Soerjadi. Kemarin, mantan Wakil KSAD itu menyatakan rakyat saat ini mempertanyakan apakah SBY masih perlu untuk memimpin negeri ini sampai 2014.

"Setelah itu, SBY sendiri harus merefleksi, apakah dia akan melanjutkan kepemimpinan ini sampai 2014. Kalau misalkan refleksinya masih sanggup, ya silakan. Karena dia masih punya hak politik sampai 2014. Tapi kalau tidak sanggup, dia harus memikirkan pembentukan transisi politik," demikian Syahganda,  Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya