komjen sutarman/ist
komjen sutarman/ist
RMOL. Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin tadi malam show di dua televisi swasta nasional. Kedua media itu berkomunikasi langsung dengan tersangka kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang.
Di lain pihak sampai saat ini Mabes Polri dan KPK belum juga menangkap dan mendatangkan M. Nazaruddin yang saat ini sudah ditetapkan sebagai buronan polisi internasional. Padahal, Mabes Polri, atas permintaan KPK, telah melayangkan red notice kepada Interpol pada 5 Juli lalu.
Atas komunikasi langsung media dengan Nazaruddin tadi malam, kini muncul pertanyaan di benak publik. Apakah itu berarti Kepolisian kecolongan. Kenapa Polisi tidak bisa menangkap dan sekaligus mendatangkan anggota Komisi VII DPR, yang kemarin sudah menyatakan mundur dari DPR dari partai itu. Padahal, media mudah menghubunginya. Mestinya, bisa saja aparat penegak hukum menyadap saat pembicaraan berlangsung.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 00:15
Selasa, 28 April 2026 | 00:04
Senin, 27 April 2026 | 23:46
Senin, 27 April 2026 | 23:24
Senin, 27 April 2026 | 23:10
Senin, 27 April 2026 | 22:30
Senin, 27 April 2026 | 22:28
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:06