Berita

komjen sutarman/ist

NAZARUDDINGATE

Mabes Polri Masih Belum Jelaskan Mengapa Mereka Kecolongan

RABU, 20 JULI 2011 | 09:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin tadi malam show di dua televisi swasta nasional. Kedua media itu berkomunikasi langsung dengan tersangka kasus suap proyek pembangunan  wisma atlet SEA Games di Palembang.

Di lain pihak sampai saat ini Mabes Polri dan KPK belum juga menangkap dan mendatangkan M. Nazaruddin yang saat ini sudah ditetapkan sebagai buronan polisi internasional. Padahal, Mabes Polri, atas permintaan KPK, telah melayangkan red notice kepada Interpol pada 5 Juli lalu.

Atas komunikasi langsung media dengan Nazaruddin tadi malam, kini muncul pertanyaan di benak publik. Apakah itu berarti Kepolisian kecolongan. Kenapa Polisi tidak bisa menangkap dan sekaligus mendatangkan anggota Komisi VII DPR, yang kemarin sudah menyatakan mundur dari DPR dari partai itu. Padahal, media mudah menghubunginya. Mestinya, bisa saja aparat penegak hukum menyadap saat pembicaraan berlangsung.


Atas berbagai pertanyaan di atas, Rakyat Merdeka Online mengonfirmasi kepada Kepolisian. Tapi, dua elit Kepolisian, Kabareskrim Komjen Sutarman dan Kabag Penum Kombes Boy Rafli Amar, yang dihubungi beberapa kali sesaat lalu sama sekali tidak mengangkat telepon. Sebelumnya, redaksi sudah mengirim pesan singkat untuk meminta waktu melakukan wawancara.

Belum diketahui apa alasan dua petinggi Polri belum mau angkat bicara. Tak menutup kemungkinan, saat ini keduanya sedang rapat atau ada kegiatan lain, sehingga tidak bisa mengangkat telepon Rakyat Merdeka Online. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya