Berita

sri mulyani/ist

Purnawirawan TNI Pernah Diprovokasi Diplomat Asing untuk Dukung Sri Mulyani

SELASA, 19 JULI 2011 | 14:25 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Dalam sebuah pertemuan dengan diplomat negara asing sejumlah purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat sempat diprovokasi agar memberikan dukungan kepada mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kini bekerja di Bank Dunia.

Begitu disampaikan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen (purn) Soeryadi ketika berbicara dalam silaturahmi di Markas PPAD di Jakarta Timur, Selasa pagi (19/7).

“(Dalam pertemuan itu) ada yang provokasi agar TNI mendukung Sri Mulyani. Yang memprovokasi adalah pejabat resmi kedutaan asing. Saya kira, dari kandang macan jangan sampai masuk ke kandang buaya,” ujar mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat ini.

Sang diplomat negara asing itu menanyakan sejumlah nama yang memiliki peluang menjadi pelanjut kekuasaan SBY pasca 2014. Terlihat sekali bahwa dalam pembicaraan tersebut, sang diplomat berusaha memancing opini purnawirawan jenderal yang hadir tentang berbagai kandidat yang mungkin. Juga terlihat bahwa ada upaya untuk mengerucutkan dukungan pada Sri Mulyani.

Hal ini, menurut hemat Soeryadi, memperlihatkan bahwa negara-negara asing memiliki kepentingan pada figur-figur tertentu yang mereka kehendaki.

“Mencari presiden 2014 tidak terkalu susah. Banyak nama yang bisa kita sebut sekarang. Tetapi mencari penyelamat sebelum 2014 itu yang susah,” ujar Soeryadi lagi.

Dia juga mengingatkan pentingnya mencari pemimpin berkarakter nasional kuat. Ketiadaan visi kebangsaan itulah yang membuat Indonesia semakin mundur ke belakang. Soeryadi mengingatkan, Bung Karno dan Bung Hatta, misalnya, memiliki hubungan yang baik dengan negara barat. Tetapi di saat bersamaan mereka memiliki komitmen kuat untuk mengawal agenda nasional. Dan ketika kepentingan nasional bertentangan dengan kepentingan asing, mereka tidak segan mengambil garis tegas.

“Jadi orang-orang luar itu jangan lah (jadi pemimpin Indonesia”, demikian Soeryadi. [guh]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya