Berita

Saleh Daulay/ist

DPR Diminta Tak Egois hanya Sibuk Urus Ambang Batas Parlemen

SELASA, 19 JULI 2011 | 12:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai politik masih terus tarik-menarik soal jumlah angka ambang batas parlemen 2014. Kata sepakat pun sepertinya tidak akan tercapai karena partai politik semuanya hanya mementingkan ego masing-masing, baik yang menginginkan ambang batas kecil atau yang menginginkan besar.

Hal itu dikatakan pengamat politik Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.

"Itu sama-sama untuk kepentingan diri sendiri. Katakan misalnya, partai yang menginginkan angka ambang batas tinggi, dia mau menganulir partai-partai kecil dan menengah. Sementara yang menginginkan kecil, dia juga memikirkan keselamatan partainya, agar dia bisa kembali masuk ke parlemen," kata pengajar di FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini.


Meski, Saleh mengakui bahwa ada sebagian argumen kedua belah pihak yang bisa dimengerti. Partai besar, Demokrat, Golkar, PDIP, menginginkan ambang batas dinaikkan untuk menyederhanakan partai dan memaksimalkan sistem presidensial. Sedangkan partai kecil dan partai tengah tidak ingin suara masyarakat hilang dan tidak terwakili di DPR.

Tapi, yang membuat Saleh kesal adalah, polemik soal angka ambang batas ini telah menyita energi dan perhatian DPR cukup besar, apalagi sudah memakan waktu cukup lama, tapi tidak ada hasil.  

"DPR ini terlalu banyak memikirkan pribadi partai masing-masing, bukan hanya pada sisi ambang batas, termasuk Panja Mafia Pemilu dan lain-lain. Itu semua lebih cenderung kepada masing-masing partai itu. Bukan memikirkan bangsa ini. Ini kan perlu dipertanyakan. Anggota DPR ini apakah mewakili rakyat atau partai politik," katanya.

Agar perdebatan ini tidak berlarut dan menghabiskan energi, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini mengimbau kepada semua partai untuk menurunkan ego masing-masing. Karena masih banyak hal yang harus dikerjakan oleh DPR.

"Jangan gara-gara ini banyak sekali yang terabaikan," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya