Berita

Ramadhan Pohan/ist

MAFIA PEMILU

Beda dengan Partai Lain, Demokrat Ngaku Tak Mau Intervensi Hukum

SELASA, 19 JULI 2011 | 09:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Demokrat mengabaikan desakan dan penyesalan beberapa anggota Panitia Kerja Mafia Pemilihan Umum karena Kepolisian belum juga menetapkan tersangka baru dalam kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi.

"Itu kan kata mereka. Itukan opini. Biarkan saja Kepolisian bekerja secara proporsional dan profesional," kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Nah, menurut Ramadhan, pada titik inilah perbedaan Partai Demokrat dengan partai-partai yang lain. Partai penguasa ini percaya sepenuhnya terhadap kinerja aparat hukum.


"Kami tidak akan pernah mau intervensi apa yang harus dilakukan Kepolisan, siapa yang harus diperiksa, siapa yang harus jadi tersangka, kapan mau disangakakan, itu terserah kepolisian. Kami nggak melo-melo. Nggak ikut-ikutan di situ," ungkapnya.

Sebelumnya, anggota Panja Mafia Pemilu, Akbar Faizal, mengatakan keraguan Polisi menetapkan Andi Nurpati sebagai tersangka adalah hal ganjil. Sementara Panja Mafia Pemilu dalam penyelidikannya telah menemukan titik terang soal peran Andi Nurpati. Meski Akbar mengaku tak bisa apa-apa.

"Namun, ini bukan domain DPR. Biarkan polisi bekerja, Panja itu tugasnya memperjelas masalah, lalu tinggal masyarakat menilai. Kalau Andi tidak diputuskan statusnya, berarti polisi makin dipertanyakan," ujar Akbar ketika ditemui seusai mengisi diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu siang (16/7).

Pernyataan senada juga diungkapkan anggota Panja Mafia Pemilu dari Partai Kebangkitan Bangsa, Malik Haramain.

"Mestinya Polisi sudah bisa menetapkan tersangka lain, terutama kepada orang-orang yang selama ini diduga kuat menjadi aktor pemalsuan dan penggelapan surat MK," kata anggota Panja Mafia Pemilu dari Fraksi PKB, Abdul Malik Haramain, dalan pernyataan kepada Rakyat Merdeka Online, (Sabtu, 16/7). [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya