Berita

nazaruddin/ist

Staf Keuangan Nazaruddin: Saya Cairkan 2 Juta Dolar AS untuk Kongres Demokrat

SENIN, 18 JULI 2011 | 17:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Bekas Bendahara Umum Demokrat, M Nazaruddin sempat menyediakan 2 juta dolar AS untuk kepentingan Kongres partai Demokrat di Bandung tahun lalu.

Adalah Yulianis, anak buah M Nazaruddin di PT Anak Negeri, yang mencairkan dolar tersebut. Tercatat sebagai staf Keuangan PT Anak Negeri, Yulianis berkantor di Gedung Tower Permai, daerah Mampang, Jakarta Selatan.
 
"Menjeleng kongres Partai Demokrat diperintahkan Nazaruddin mencairkan uang. Itu uang perusahaan," ujar Yulianis saat diwawancara stasiun TV RCTI dan disiarkan live, sesaat lalu (Senin, 18/7).


Setelah dibawa ke Bandung, 2 juta dolar tersebut tak jadi digunakan. Dibawa balik ke Jakarta, Yulianis pun mengamankannya ke kas perusahaan. Tak hanya uang 2 juta dolar yang diterima Yulianis, tapi ada uang lainnya.
 
"Uang perusahaan yang saya serahkan tidak terpakai, kembali ke perusahaan. Tapi ada tambahan uang dari kongres. Karena bukan uang perusahaan saya kasih ke istrinya (istri Nazaruddin: Neneng Sri Wahyuni)," bebernya.

Berapa uang lebih yang dibawanya, Yulianis tak mau menyebutkannya. Yang pasti, katanya, dia mengatakan semuanya transaksi keluar masuk uang di PT Anak Negeri selalu dicatatnya dan salinanya kini dipegang pengacaranya, Radjasa Supriadi.

Dari mana uang lebih berasal?

"Saya tidak tahu," jawabnya. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya