Berita

ist

HARLAH NU

Pengamat LIPI: Nahdliyin Tak Lagi Segani SBY dan Said Aqil!

MINGGU, 17 JULI 2011 | 22:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden SBY ditinggalkan jamaah Nahdliyin saat menghadiri Harlah NU ke 85 di GBK, Senayan, siang tadi (17/7). Separuh lebih jamaah yang hadir memilih pulang beberapa saat sebelum SBY menyampaikan sambutannya.

Bagi peneliti senior LIPI, Siti Zuchro, sikap Nahdliyin tersebut menjadi indikasi telah terjadi ketidakpercayaan Nahdliyin terhadap dua pemimpin mereka sekaligus, SBY selaku Presiden, dan Said Aqil Siradj selaku Ketua PBNU. Di tengah kultur tradisional NU, sikap tidak manut Nahdliyin tersebut terasa sangat aneh.

"NU itu disatukan dengan kultur tradisional. Kalau ada pembicara yang disegani, diulamakan, ada keterkaitan tersendiri, panas sekalipun akan ditongkrongi juga. Mereka sangat loyal. Apa yang terjadi tadi siang semakin membuktikan ada ketidakpercayaan kepada para pemimpinnya," ujar peneliti senior LIPI kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu malam (17/7).


Disela-sela Harlah, Said Aqil menegaskan sikapnya mendukung pemerintahan SBY. Said memuji beberapa prestasi kepemiminan SBY, salah satunya berhasil menyelamatkan negara ini dari ancaman krisis ekonomi.

Ditambahkan Siti Zuchro, sikap Nahdliyin bisa jadi bukti kalau kepemimpinan Said Aqil Siradj di NU tak cukup kuat. Penyebabnya karena Said tidak mencerminkan sikap Nahdliyin.

"Diantara pemimpin dengan yang dipimpin tidak ketemu. Kepemimpinan Pak Said tidak mencerminkan yang dipimpin. Kalau mereka (Said dan SBY) masih disegani, dikagumi, maka tidak mungkin meninggalkan begitu saja," imbuhnya. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya