ist
ist
RMOL. Presiden SBY ditinggalkan jamaah Nahdliyin saat menghadiri Harlah NU ke 85 di GBK, Senayan, siang tadi (17/7). Separuh lebih jamaah yang hadir memilih pulang beberapa saat sebelum SBY menyampaikan sambutannya.
Bagi peneliti senior LIPI, Siti Zuchro, sikap Nahdliyin tersebut menjadi indikasi telah terjadi ketidakpercayaan Nahdliyin terhadap dua pemimpin mereka sekaligus, SBY selaku Presiden, dan Said Aqil Siradj selaku Ketua PBNU. Di tengah kultur tradisional NU, sikap tidak manut Nahdliyin tersebut terasa sangat aneh.
"NU itu disatukan dengan kultur tradisional. Kalau ada pembicara yang disegani, diulamakan, ada keterkaitan tersendiri, panas sekalipun akan ditongkrongi juga. Mereka sangat loyal. Apa yang terjadi tadi siang semakin membuktikan ada ketidakpercayaan kepada para pemimpinnya," ujar peneliti senior LIPI kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu malam (17/7).
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39