Berita

sby/ist

Gagal Pimpin Nasdem, Surya Paloh Harus Berhenti Kritik SBY

MINGGU, 17 JULI 2011 | 19:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua Umum Ormas Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh diingatkan jangan cuma bisa mengata-ngatai pemerintah SBY dengan kritik yang tidak jelas. Untuk kebaikan bangsa dan negara, Surya Paloh seharusnya ikut memikirkan solusi bagi setiap permasalahan yang ada.

"Siapapun yang mengkritik pemerintah harus melihat substansi. Jangan hanya bisanya mengkritik, mari bicarakan solusinya," kata Wakil Ketua Bidang Hukum dan Politik Komite 33, Jemmy Setiawan, disela-sela acara konsolidasi Ormas Komite 33 di Hotel Sahid, Jakarta (Minggu siang, 17/7). Komite 33 merupakan Ormas yang selama ini percaya dan mendukung kepemimpinan SBY.

Daripada mengkritik pemerintah dengan tidak jelas, lebih baik Surya Paloh mengurusi Nasdem saja. Memperkuat lagi barisan Nasdem karena saat ini sudah banyak ditinggalkan oleh kadernya sendiri.


"Menjadi seorang pemimpin tidak mudah. Surya Paloh sebagai pemimpin Nasdem sudah gagal. Buktinya tidak bisa mempertahankan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Nasdem," ujarnya.

"Surya Paloh harus menjadi pemimpin yang baik dan fair. Kalau memang Surya Paloh benar-benar fair kenapa banyak kader yang hengkang dari Nasdem," katanya. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya