Berita

rupert murdoch/ist

Dunia

MEDIA

Rupert Murdoch Akhirnya Minta Maaf

SABTU, 16 JULI 2011 | 16:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Raja media asal Amerika Serikat Rupert Murdoch akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukan salah satu media yang dia milikinya, News of The World. Permintaan maaf Murdoch ini disampaikan dalam sebuah iklan satu halaman penuh yang dimuat sejumlah media Inggris dan ditandatangani oleh Murdoch.

Dalam permintaan maafnya, Murdoch mengaku menyesal dan tidak akan bertindak cepat dalam menangani sebuah masalah, juga atas penyadapan telepon yang dilakukan News of the World.

Sebelumnya perusahaan media Murdoch ini telah menghadapi ancaman serius di Inggris ketika sejumlah orang menyatakan pemboikotan terhadap News Corporation. Pemerotes ini menggunakan akun Twitter dan Facebook untuk tidak membeli Harian The Sun, The Times, The Sunday Times dan melarang menonton Sky.
BBC (Sabtu, 16/7), News of the World melakukan penyadapan telepon terhadap korban pembunuhan Milly Dowler. Kasus penyadapan ini mengemuka setelah keluarga Milly Dowler, seorang anak perempuan yang tewas dibunuh, namun teleponnya disadap oleh News of The World sehingga sempat dianggap masih hidup oleh keluarganya terungkap.


Akibat skandal penyadapan telepon ini sejumlah editor dan orang terdekat Rupert Murdoch menyatakan mundur dari jabatan. Direktur Eksekutif News International, konglomerasi media milik Rupert Murdoch, Rebekah Brooks mengundurkan diri di tengah skandal penyadapan telepon. Brooks juga meminta maaf kepada orang orang yang ia lukai perasaannya.

Les Hinton, salah satu top eksekutif yang telah bekerja selama lebih dari setengah abad besama Rupert Murdoch, juga menyatakan mundur meski dia tidak tahu dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi tapi keadaan membuatnya untuk mundur.

Saat ini News of the World telah berhenti beredar tapi kasusnya masih terus berjalan. Belakangan diketahui bahwa tabloid milik kerajaan Rupert Murdoch ini kerap melakukan penyadapan terhadap sejumlah tokoh untuk keperluan pemberitaan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya