sb yudhoyono/ist
sb yudhoyono/ist
RMOL. Ada tiga kemungkinan kenapa kurang dari 50 persen instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dijalankan pembantunya di Kabinet Indonesia Bersatu II, sebagaimana diakuinya sendiri belum lama ini.
Pertama, kata Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuzy, Presiden SBY terlalu sering mengumbar instruksi. Setiap instruksi pasti ada penundaan atau keterlambatan di tingkat eksekusi.
"Karena hidup ini kan real time jarang. Pasti ada penundaan eksekusi kebijakan dibandingkan keputusan. Sering kali kebijakan yang belum dijalankan masih ada, tetapi muncul instruksi baru. Jadi perlu rasanya instrospeksi dari Presiden sendiri," katanya kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 00:15
Selasa, 28 April 2026 | 00:04
Senin, 27 April 2026 | 23:46
Senin, 27 April 2026 | 23:24
Senin, 27 April 2026 | 23:10
Senin, 27 April 2026 | 22:30
Senin, 27 April 2026 | 22:28
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:06