Berita

sb yudhoyono/ist

Mantap, PPP Minta Presiden SBY Instropeksi Tak Asal Umbar Instruksi

SABTU, 16 JULI 2011 | 15:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ada tiga kemungkinan kenapa kurang dari 50 persen instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dijalankan pembantunya di Kabinet Indonesia Bersatu II, sebagaimana diakuinya sendiri belum lama ini.

Pertama, kata Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuzy, Presiden SBY terlalu sering mengumbar instruksi. Setiap instruksi pasti ada penundaan atau keterlambatan di tingkat eksekusi.

"Karena hidup ini kan real time jarang. Pasti ada penundaan eksekusi kebijakan dibandingkan keputusan. Sering kali kebijakan yang belum dijalankan masih ada, tetapi muncul instruksi baru. Jadi perlu rasanya instrospeksi dari Presiden sendiri," katanya kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.


Kedua, masih kata Romi, instruksi itu over borden atau kelebihan beban.

"Ketiga, bisa saja menterinya tak memiliki kemampuan toh," ungkap politisi muda ini.

Apakah PPP merasa ada instruksi yang tidak dijalankan Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menteri Perumahan Rakyat Suharsa Monoarfa?

"Sebenarnya instruksi itu sudah termuat dalam kontrak kerja. Kalau kontrak kinerja yang dibuat sudah dijalankan, menurut saya instruksi baru yang semuanya belum bisa dijalankan, (menteri) tidak bisa disalahkan," jawabnya diplomatis. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya