Berita

Dunia

Rakyat Israel Hadiri Pawai Dukung Kemerdekaan Palestina

SABTU, 16 JULI 2011 | 14:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Kemerdekaan Palestina yang direncanakan akan dikumandangkan pada September tahun ini, juga mendapat dukungan dari warga Israel. Buktinya, ribuan warga Israel bergerak bersama rakyat Palestina dalam pawai bersama untuk mendukung permintaan Palestina untuk mendapatkan pengakuan dari PBB, kemarin (Jumat, 16/7).

Sambil melambaikan bendera Palestina dan poster yang berpesan setiap bangsa berhak untuk sebuah negara yang merdeka, para demonstran berpendapat bahwa inisiatif PBB untuk mengakui negara Palestina merupakan langkah penting yang dapat memberikan harapan bagi perundingan antara Israel dan Otoritas Palestina yang mulai meredup.

Diperkirakan media massa Haaretz (Sabtu, 16/7), hampir dua ribu warga Palestina dan Israel menghadiri pawai kemerdekaan tersebut. Penyelenggara pawai sempat merasa khawatir kelompok sayap kanan Israel akan mencoba menganggu pawai. Namun ketakutan tersebut tidak terbukti. Salah satu sebabnya, pawai tersebut dikawal oleh ratusan polisi.


Pawai kemerdekaan ini menelusuri garis jalan yang digunakan untuk membagi Timur dan Barat Yerusalem sebelum Perang Enam Hari pada tahun 1967. Ini dimulai di Gerbang Jaffa dan berakhir di lingkungan Sheikh Jarrah.

Para demonstran ini terinspirasi dari perjuangan aktivis anti apartheid Nelson Mandela dengan mengusung slogan hanya orang bebaslah yang dapat bernegosiasi.  Pawai ini juga membuktikan Yahudi dan arab memiliki satu visi bersama untuk mengakhiri pendudukan di Palestina.

"Suatu tindakan orang yang mendambakan kebebasan dan kemerdekaan Palestina adalah satu-satunya solusi yang dapat mencegah gelombang kekerasan anti Israel dan Palestina," ujar juru bicara gerakan Solidaritas Avner Inbar.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya