Berita

sby/ist

RAKORNAS DEMOKRAT

Anas Harus Berhentikan Presiden SBY

JUMAT, 15 JULI 2011 | 17:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kebangkrutan negara sudah sangat parah. Pangkal penyebabnya kepemimpinan SBY. Sebagai pengsung SBY, partai Demokrat harus bertanggungjawab. Sebagai Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum tak bisa tinggal diam.

"DPP Partai Demokrat harus bertanggungjawab atas kekacauan yang terjadi di negara saat ini. Sebab, telah mengajukan SBY sebagai Presiden RI yang ternyata tidak punya kemampuan memimpin negara," ujar Koordinator Petisi 28, Haris Rusly Moti dalam sepucuk surat yang sudah dikirimkan kepada Anas Urbaningrum.

Sebagai bentuk pertanggunjawaban, lanjut Haris dalam suratnya, Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat yang akan digelar 23 Juli besok, DPP Demokrat harus mengeluarkan rekomendasi, yang antara lainnya meminta agar SBY mau mundur sebagai presiden.


"Demi keutuhan bangsa, sebaiknya DPP menyampaikan rekomendasi kepada SBY agar bersikap ksatria dan punya rasa malu untuk meletakan jabatannya sebagai presiden," demikian isi surat petisi 28. [dem]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya