RMOL. Ada beberapa pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini yang ikut mendaftarkan diri menjadi pimpinan KPK untuk masa mendatang. Di antaranya adalah Pimpinan KPK Chandra M. Hamzah, Deputi Bidang Penindakan Ade Rahardja, dan Jurubicara KPK Johan Budi SP.
"Yang dari KPK saat ini saya kurang setuju, kecuali Johan Budi. Dia menurut saya salah satu yang layak dinominasikan," kata aktivis anti korupsi Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Johan Budi diunggulkan Ray berdasarkan interaksi dan penelusurannya terhadap track record Jubir KPK itu. Menurut Ray, mantan wartawan itu mempunyai pengetahuan yang cukup tentang KPK dan memiliki analisis yang cukup bagus. Hal ini karena memang Johan hampir dua periode di lembaga super body itu.
"Dengan pertimbangan itu, orang ini menurut saya layak," katanya.
Sedangkan dua nama yang lain itu, Ray mengaku tidak terlalu merekomendasikan baik kepada Pansel KPK atau Komisi III DPR untuk memilihnya. Ade selama ini dikenal cukup kontroversial, terutama bila berhubungan dengan Kepolisian.
"Kalau Chandra, saya kira cukup sekali lah, tak perlu dua kali," nilai Ray.
Ray memang sepakat bahwa kasus pemerasan dan penyalahgunaan wewenang yang pernah disangkakan kepada Chandra adalah upaya kriminalisasi. Tapi, setelah kasus itu selesai, Chandra seperti sudah kehabisan stamina.
"Setelah itu menurut saya tidak ada lagi gebrakan. Chandra sudah kehabisan stamina. Kita ingin orang yang
fresh," ungkapnya.
Johan Budi bukankah orang lama, kenapa Anda dukung?"Dia orang lama tapi bukan pengambil kebijakan, dia kan hanya penyampai kebijakan. Boleh jadi banyak kebijakan yang dia tidak setuju," tandasnya.
[zul]