Berita

nazaruddin/ist

Intel Melayu Tidak Akan Bisa Mencokok Nazaruddin!

KAMIS, 14 JULI 2011 | 22:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Setelah dua pekan lebih ditetapkan sebagai tersangka, M Nazaruddin masih belum juga bisa dibekuk aparat. Jangankan dibekuk, buronan Interpol itu bahkan hingga kini belum juga diketahui dimana bersembunyi.



"Intel kita ini intel Melayu. Kerja mereka cuma di warung-warung kopi, ngobrol ngalor-ngidul gak jelas. Intel Melayu disuruh mencari Nazaruddin, susah lah," ujar Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Maki), Bunyamin Saiman kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa waktu lalu.



Kualitas kerja seperti demikian, kata Bunyamin, tak bisa diandalkan. Padahal menangkap Nazaruddin tak sulit. Pazel misteri persembunyian Nazaruddin sudah cukup terang. Catatan perjalanan luar negeri Nazaruddin tersedia. Landing dimana, take off dimana.



"Dari Indonesia ke Singapura. Lalu ke Vietnam. Dari sana bisa ditelusuri lagi ke mana-mananya. Kalau bukan intel penyebabnya, ya karena pencariannya tidak serius. Aparatnya ikut melindungi," imbuhnya. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya