Berita

ist

DARSEM BEBAS

Perlakuan Berbeda Pemerintah Bikin Anak Ruyati Tambah Berduka

KAMIS, 14 JULI 2011 | 21:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Anak Ruyati bin Satubi, Een Nurhayati tak bisa menyembunyikan kesedihannya mengenang kematian sang ibu yang mati dengan cara dipancung di Arab Saudi beberapa waktu lalu. Kesedihannya semakin menjadi saat TKW lainnya, Darsem bisa terbebas dari hukuman pancung dengan bantuan pemerintah.

"Saya ikut senang Darsem bisa kembali pulang. Dibantu disana-sini sampai tidak jadi dipancung. Pemerintah membantu Darsem. Pemerintah selalu menemani Darsem dalam sidang. Ibu saya tidak seperti itu. Ibu saya berjuang sendiri. Tidak ada bantuan. Tidak ada yang menemani," sindir Een dengan mata berlinang, di TV One, sesaat lalu (Kamis, 14/7).  

Perlakuan pemerintah terhadap Darsem dan Ruyati memang beda. Darsem bisa selamat dari hukuman pancung setelah pemerintah Indonesia membayar diyat (denda) 2 juta real Saudi atau sebesar Rp 4,7 miliar. Disidang 19 kali, Darsem tak luput dari pencampingan tim kuasa hukum. Sementara Ruyati, TKW asal bekasi, mengalami hal sebaliknya. Dia tak pernah mengalami semua itu.  Disidang 4 kali tanpa pernah didampingi. Sampai hukuman pancung dijatuhkan, baru pemerintah kelimpungan.


"Di mana hati nurani pemerintah. Pemerintah kerjanya apa saja. (Presiden) harus koreksi lagi pejabat-pejabatnya. Jangan cuma makan gaji buta. Jangan tidur saja," kata Een dengan bibir bergetar.

Untuk keadilan, tidak membeda-bedakan antara Darsem dan ibunya, Een meminta pemerintah mengembalikan jenazahnya. Keluarga berharap betul ibunya bisa dimakankan di kampung halamannya. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya