Berita

ilustrasi/ist

KEAMANAN NASIONAL

Komisi I: Kekayaan Alam Indoneia Dicuri Pihak Asing Setiap Hari

SELASA, 12 JULI 2011 | 20:03 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Sebelum membahas RUU Keamanan Nasional dan RUU Intelijen yang diusulkan pemerintah, alangkah eloknya bila semua stakeholder bangsa menyepakati apa yang dimaksud dengan keamanan nasional.

Selama definisi tentang keamanan nasional belum clear, pemerintah bisa dengan seenaknya menyusupkan pasal-pasal represif sebagai upaya melanggengkan kekuasaan semata.

“Yang paling penting pada RUU Intelejen dan RUU Kamnas adalah kesepakatan kita semua tentang keamanan nasional. Pada titik ini ada dua hal yang terkait.Yaitu,  kedaulatan negara dan pengamanan sumber daya alam (SDA). Sayangnya soal ini ternyata tidak disinggung-singgung, apalagi SDA dalam kedua RUU tersebut,” ujar anggota Komisi I DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lily Wahid, ketika berbicara dalam diskusi yang digelar di Rumah Perubahan di Duta Merlin, Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa siang (12/7).

Lily mengingatkan setiap hari kekayaan alam Indonesia dicuri oleh pihak asing, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Bila dilakukan secara terang-terangan, pencurian  itu dibungkus dengan perjanjian kontrak karya pertambangan.

“Pencurian kekayaan alam ini jelas-jelas mengancam keamanan nasional kita. Mengapa soal ini sama sekali tidak disinggung-singgung? Kita tidak ingin seperti ayam mati kelaparan di lumbung padi. Bukankah ini juga sangat terkait dengan kedaulatan negara?”

Sehubungan dengan hal itu, kata Lily lagi, semua fraksi di Komisi I telah sepakat untuk menolak dan mengembalikan RUU Keamanan Nasional kepada pemerintah untuk diperbaiki. Sementara untuk RUU Intelejen, Komisi I masih membahasnya secara intensif di Panja. [guh]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya