Berita

SBY: Jangan Mau Dipecah-belah dalam Talk Show

SENIN, 11 JULI 2011 | 23:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. SBY mencium gelagat buruk. Saat ini, ada upaya yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang ingin menggembosi Demokrat. Caranya, dengan merusak rasa saling percaya diantara kader demokrat.

"Diharapkan Partai Demokrat pecah dan kemudian hancur. Sungguh cara-cara dan intrik politik yang tidak bertangung jawab," ujar SBY di Cikeas, Bogor, (Senin malam, 11/7).

SBY mengaku prihatin dengan cara-cara seperti itu. Intrik pecah bela, katanya, merupakan cara-cara kolonial yang digunakan penjajah dan sangat tidak sesuai dan tidak baik digunakan di tengah era demokrasi saat ini.


"Saya berpesan dan berharap agar para kader Demokrat di seluruh tanah air tetap sabar dan tawakal. Jangan mau diadu domba, jangan mau dipecah belah dalam acara talk show apapun. Atau dijadikan objek berita oleh sebagaian kalangan pers yang dihadap-hadapkan satu sama lainnya. Dan di atas segala-galanya, saya mengajak pada kader Demokrat, janganlah kita ikut-ikutan melakukan politik seperti itu," pinta SBY. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya