Berita

ilustrasi

Isi Pidato Cemen, Terbukti SBY Tak Bisa Ngurus Indonesia

SENIN, 11 JULI 2011 | 23:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ada satu kata yang bisa menggambarkan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjawab semua tudingan mengenai praktik korupsi dan suap yang melibatkan sejumlah pentinggi Partai Demokrat, Senin malam ini (11/7): cemen.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 11/7).

“Sangat disayangkan pidato SBY cenderung membela diri. Ini bukti dia tidak bisa mengatur Indonesia,” ujarnya.

Agar tidak menjadi fitnah, menurut hemat Twedy, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, SBY harus berani membongkar tuntas berbagai kasus hukum apalagi yang melibatkan partai pemerintah yang didirikannya.

Menurut Twedy, sikap SBY dalam menyelesaikan kisruh di tubuh Partai Demokrat cukup mengkhawatirkan. Karena dari pernyataannya yang tidak berbobot itu, masyarakat jadi bertanya-tanya apakah SBY sanggung membenahi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

“Kalau kisruh Partai Demokrat saja tidak bisa dia selesaikan, bagaimana mungkin SBY bisa menyelesaikan persoalan bangsa dan negara. Kalau tidak ada perubahan, SBY betul-betul di ujung tanduk,” demikian Twedy. [dem]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya