Berita

nazaruddin/ist

Ketua DPP Partai Demokrat: Tudingan Nazaruddin Semakin Tidak Masuk Akal

SENIN, 11 JULI 2011 | 13:57 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Nyanyian Muhammad Nazaruddin bahwa dirinya membiayai kemenangan Anas Urbaningrum dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun lalu dengan merogoh kocek senilai 20 juta dolar AS dan tudingannya bahwa Anas meyiapkan Rp 600 miliar untuk menggulingkan SBY semakin membuka kedok kebohongannya.

Nazaruddin dinilai sedang mengambil pola adu domba setelah borok suka mencatut nama yang kerap dilakukannya mulai terbongkar.

"Makin berhalusinasi makin kelihatan tidak masuk akal dan bohong tudingan Nazaruddin," tegas Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 11/7).

Menurutnya, yang terjadi adalah banyak politisi Partai Demokrat yang mengetahui bagaimana dalam arena Kongres tahun lalu, Nazaruddin tidak ragu-ragu mencatut sejumlah pihak, seperti Partai Demokrat, SBY, Anas Urbaningrum, Marzuki Alie, dan Andi Mallarangeng, untuk kepentingan pribadi. [zul]



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya