Berita

obama/ist

Barack Obama: Sudan Selatan Merdeka, Peta Dunia Telah Berubah

MINGGU, 10 JULI 2011 | 13:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Setelah merdeka Sabtu kemarin (9/7), Sudan Selatan masih menyisakan banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Agenda yang paling mendesak saat ini adalah masalah perbatasan di Abyei dan Kordofan Selatan. Pasalnya kota Abyei dan Kordofan menyimpan cadangan minyak yang sangat besar bagi Sudan dan merupakan sumber perekonomian utama Sudan.

Pernyataan mengenai masalah perbatasan yang harus segera di selesaikan ini disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, saat berpidato untuk mengakui secara resmi berdirinya negara Republik Sudan Selatan sebagai sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Meski demikian, Obama tetap menunjukan rasa bangga atas kemerdekaan Sudan Selatan karena bisa melambangkan harapan jutaan rakyat Sudan Selatan.


"Sebuah bendera telah berkibar di langit Juba ( ibukota Sudan Selatan) dan peta dunia telah berubah," ujar Obama saat menyampaikan ucapan Selamat atas terbentuknya Sudan Selatan, seperti di kutip BBC (Minggu, 10/7).

Sementara itu, Presiden Sudan Omar Al-Bashir berharap dengan merdekanya Sudan Selatan maka Amerika Serikat akan mengakhiri sanksi ekonomi yang selama ini dijatuhkan kepada Sudan. Sayangnya harapan Bashir ini tidak ditanggapi oleh Obama dan hingga saat ini AS masih memasukkan Sudan sebagai negara penyokong terorisme dunia.

"Kami (Sudan) menyerukan kepada Presiden Barack Obama untuk memenuhi komitmennya untuk mengakhiri sanksi internasional untuk Sudan," ujar Bashir dalam pidato ucapan selamat untuk Sudan Selatan. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya