Berita

Dunia

Malaysia Larang Demonstrasi untuk Pemilu Bersih

SABTU, 09 JULI 2011 | 15:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Kepolisian Malaysia mencegah demonstrasi pro demokrasi di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Pasukan anti huru-hara menutup akses menuju Kuala Lumpur. Selain itu, polisi memasang penghalang jalan dan menyiapkan meriam air.

Sejumlah aktivis oposisi berupaya mengumpulkan massa untuk melakukan rapat umum menuntut reformasi pemilihan umum di Malaysia. Namun, pihak kepolisian Malaysia mengatakan bahwa rapat umum tersebut adalah ilegal dan pihak kepolisian akan melakukan segala upaya untuk mencegahnya.

"Masyarakat diminta untuk tidak terlibat dalam aksi demonstrasi dan tindakan keras akan dilakukan terhadap mereka yang melanggarnya," ujar seorang polisi federal yang tak disebutkan namanya, seperti dilansir BBC (Sabtu, 9/7).


Kelompok oposisi yang menamakan dirinya Koalisi Bersih 2.0, telah merencanakan rapat umum di Stadion Merdeka pada Sabtu (9/7) ini. Semula demonstran akan menggelar rapat di jalanan utama tetapi sepakat untuk memindahkan pertemuan mereka ke stadion olahraga setelah adanya keberatan dari pemerintah setempat.

Para aktivis menyerukan bahwa sistem pemilihan di Malaysia tidak bersih dan mereka menginginkan masa kampanye yang lebih lama, pendaftaran pemilih otomatis dan akses yang sama terhadap media yang dikuasai pemerintah. Tapi otoritas pemerintah Malaysia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh demonstran itu hanyalah untuk menyebarkan ideologi komunis di Malaysia.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya