RMOL. Kepolisian Malaysia mencegah demonstrasi pro demokrasi di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Pasukan anti huru-hara menutup akses menuju Kuala Lumpur. Selain itu, polisi memasang penghalang jalan dan menyiapkan meriam air.
Sejumlah aktivis oposisi berupaya mengumpulkan massa untuk melakukan rapat umum menuntut reformasi pemilihan umum di Malaysia. Namun, pihak kepolisian Malaysia mengatakan bahwa rapat umum tersebut adalah ilegal dan pihak kepolisian akan melakukan segala upaya untuk mencegahnya.
"Masyarakat diminta untuk tidak terlibat dalam aksi demonstrasi dan tindakan keras akan dilakukan terhadap mereka yang melanggarnya," ujar seorang polisi federal yang tak disebutkan namanya, seperti dilansir BBC (Sabtu, 9/7).
Kelompok oposisi yang menamakan dirinya Koalisi Bersih 2.0, telah merencanakan rapat umum di Stadion Merdeka pada Sabtu (9/7) ini. Semula demonstran akan menggelar rapat di jalanan utama tetapi sepakat untuk memindahkan pertemuan mereka ke stadion olahraga setelah adanya keberatan dari pemerintah setempat.
Para aktivis menyerukan bahwa sistem pemilihan di Malaysia tidak bersih dan mereka menginginkan masa kampanye yang lebih lama, pendaftaran pemilih otomatis dan akses yang sama terhadap media yang dikuasai pemerintah. Tapi otoritas pemerintah Malaysia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh demonstran itu hanyalah untuk menyebarkan ideologi komunis di Malaysia.
[ald]