Berita

ilustrasi

Dunia

AS Panggil Dubes Suriah karena Intimidasi Hak Berpendapat

SABTU, 09 JULI 2011 | 13:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pemerintah Amerika Serikat memanggil Duta Besar Suriah, Pasalnya, diplomat Suriah dikabarkan merekam kegiatan warga negara Suriah yang bedemonstrasi damai di Amerika Serikat. Kabar itu ditindaklanjuti Pemerintah AS dengan meminta keterangan Duta besar Suriah Imad Mustapha.

AS juga menyelidiki laporan yang menyebut adanya intimidasi pemerintah Suriah terhadap keluarga demonstran di Suriah. Pemerintah AS juga menyelidiki laporan yang menyebutkan pemerintah Suriah meminta ganti rugi atas aksi damai yang dilakukan orang Suriah di AS kepada anggota keluarga demonstran.

"Kami menerima laporan bahwa personil Suriah di bawah perintah Duta Besar Imad Mustapha telah merekam video dan memotret orang-orang yang mengikuti demonstrasi damai di AS," kata jurubicara kepresidenan yang tak disebutkan namanya, dalam sebuah pernyataan  di Gedung putih, seperti dikutip BBC (Sabtu, 9/7).


Pemerintah AS menanggapi laporan ini sebagai kasus pemerintahan asing yang mengintimidasi individu di AS. Seperti diketahui, hak merdeka berbicara sangat dilindungi oleh konstitusi AS.

Di Suriah sendiri, sejak Maret, negeri Timur Tengah itu selalu dilanda demonstrasi besar menuntut pemakzulan Presiden Bashar al Assad.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya