Berita

Edhie Baskoro Yudhoyono

X-Files

WAWANCARA

Edhie Baskoro Yudhoyono: Rakornas Partai Demokrat Tidak Bakal Menjadi KLB

RABU, 06 JULI 2011 | 08:23 WIB

RMOL. Rakornas Partai Demokrat 23 Juli mendatang tidak bakal berujung dengan Kongres Luar Biasa (KLB). Sebab, di internal kader tidak ada wacana seperti itu.\

“Dalam Rakornas kami hanya fokus konsolidasi program yang sudah disusun,” ujar Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, di sela-sela sidang paripurna DPR, Jakarta, kemarin.

Menurut pria yang akrab di­sapa Ibas itu, Partai Demokrat saat ini ingin melakukan kon­soli­dasi internal. Bukan melakukan hal yang tidak perlu, seperti ide menyelenggarakan KLB.


Sebelumnya diberitakan, isu mengenai diselenggarakannya KLB Partai Demokrat kian santer terdengar pasca bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazarudin “menyanyi” di ber­bagai media. Dalam pesannya, Nazarudin menyebutkan aliran dana Sesmenpora.

Menanggapi itu, Ibas menyata­kan, partainya tidak berwacana melakukan KLB. Sebab, tidak ada urgensinya apabila partai berlambang bintang mercy itu melakukan KLB.

“Dalam kondisi saat ini, lebih baik melakukan konsolidasi untuk menjaga agar kader tetap solid. Tidak ada urgensinya meng­gelar KLB,” papar putra Presiden SBY itu.

Berikut kutipan selengkapnya;

Tanggapan Anda mengenai tudingan Nazaruddin?
Sebenarnya saya ti­dak enak apabila ber­komentar menge­nai saudara sen­diri (Nazaruddin) dan juga kader Partai Demokrat. Tetapi saya ha­rus berpendapat me­ngenai yang bersangkutan karena komen­tarnya sudah terlalu jauh.

Soalnya tudingannya itu me­mancing reaksi dari rekan-rekan partai Demokrat yang lain, karena dilakukan secara langsung oleh yang bersangkutan atau dari yang lain. Semua pernyataan Nazarudin, baik melalui SMS (Short Message Service), maupun BBM (BlackBerry Messenger) sangat mencederai dan juga menggangu internal Partai Demo­­krat terutama orang-orang yang ditudingnya.

Bagaimana dengan nyanyian Nazaruddin?
Menurut saya Nazarudin se­orang politisi, bukan seorang penyanyi. Tentunya ‘nyanyian’ Nazarudin tersebut tidak enak didengar dan sungguh tidak nyaman bagi orang yang ditu­duhkan terhadap informasi yang selama ini beredar di media dan masyarakat luas.

Bukankah itu hak dia untuk menyatakan pendapat?
Saya menghargai adanya de­mo­krasi dan kebebasan berpen­dapat dan juga kebebasan media massa. Tapi tidak baik bila se­seorang yang selama ini dibutuh­kan keberadaannya dalam pene­gakan hukum tidak mengutara­kan hal itu di forum yang tepat.

Salurannya sudah jelas bahwa kita adalah negara hukum lebih baik Nazarudin pulang dan meng­utarakan segala sesuatu yang diketahuinya secara terang benderang di depan penegak hukum. Karena itu adalah forum yang resmi dan tepat bagi Naza­rudin untuk mengung­kapkan semuanya. Sebab tidak enak dan tidak baik apabila saudara Nazaruddin menyampaikan hal-hal tersebut di depan publik. Sebab, Partai Demokrat tidak ingin terus-menerus dihakimi dan divonis di depan media karena ini bukan yang kita lakukan. Biarkan para penegak hukum bisa menjalankan fungsi-fungsinya secara baik dan benar.

Tapi Nazarudin tidak per­caya kepada penegak hukum?
Justru itu, selama ini yang kami ingin adalah penegak hukum adalah panglima tertinggi dalam usaha penegakkan hukum di Indonesia. Kalau beliau menga­takan itu (tidak percaya kepada penegak hukum), sebaiknya beliau kembali ke

Indonesia dan jelaskan secara hukum. Tentunya kita memegang teguh bilamana kader kita yang dikatakan beliau benar, Partai Demokrat akan menuntut keadi­lan. Secara prinsip, Partai kami men­dukung penuh upaya peme­rintah dalam menegakkan proses pemberantasan korupsi dan penegakkan hukum di Indonesia.

Bagaimana dengan nama-nama yang disebutkan Naza­rudin?
Saya rasa tidak menutup ke­mungkinan mereka yang disebut­kan oleh Nazarudin akan meng­gu­nakan jalur resmi, yaitu jalur hukum. Dan terakhir saya dengar sudah ada yang akan melaporkan terkait tudingan Nazarudin di media massa.

Apa benar tudingan Naza­rudin memecah internal Demo­krat?
Itu tidak benar dan saya me­nepis rumor perpecahan di inter­nal partai kami. Internal kami tetap solid dan fokus men­jalan­kan program-program partai.   [rm]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya