ilustrasi, jajanan anak
ilustrasi, jajanan anak
RMOL.Memilih camilan atau jajanan yang benar-benar aman dari zat berbahaya sulit ditemukan. Hasil pengawasan BPOM pada tahun 2008 hingga 2010 menunjukkan, masih terdapat 40-44 persen jajanan yang mengandung zat berbahaya.
Camilan yang dijual tanpa uji keamanan pangan yang layak masih merak beredar, terutama di kantin sekolah.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) KustanÂtinah terus menyoroti soal Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).
Selain menemukan bahan berÂbahaya, seperti formalin, borax, zat berwarna yang tidak diizinÂkan digunakan dalam pangan, BPOM juga menemukan jajanan yang meÂngandung pemanis berÂlebihan.
“Pada dasarnya orangtua harus turut berperan mengawasi maÂkanan atau minuman yang diÂkonÂsumsi anaknya. Sesuatu yang berlÂebihan itu tentu tidak baik,†kata Kustantinah di acara semiÂnar bertema “MeÂmilih Jajanan Anak dan Nutrisi Yang Sehat†di Jakarta, baru-baru ini.
Ia mengimbau, orangÂtua meÂmastikan apakah maÂkanan atau minuman yang diÂkonsumsi anakÂnya tidak berbahaya, bersih dan bergizi.
Menurut dia, peningkatan keÂamanan dan mutu jajanan anak seÂkolah seharusnya dilakukan bersama lintas instansi pemeÂrintah dan dukungan pihak lain. Tak dapat dipungkiri, dalam PJAS maÂsih ditemukan zat-zat berÂbaÂhaya seperti pemanis buatÂan, boÂraks, formalin, dan peÂwarÂna tekstil.
“Pada 2010, masih ada 13,5 persen anak yang mengalami keÂracunan karena jajanan yang dimakannya,†ujar Kustantinah.
Diakui, setiap tahunnya angka PJAS yang mengandung zat berÂbahaya menurun walaupun tidak signifikan. “Memang, ada penuÂrunan, tapi nggak signifikan. Kita masih menerapkan strategi agar tidak kembali mengkonsumsi jaÂjanan yang berbahaya,†ujarnya.
Untuk mengatasi masalah ini, BPOM telah melaÂkukan uji samÂpling terhadap beberapa jajanan di Jakarta, mobil keliling yang menjajakan makanan ke sekolah, penyebaran brosur maÂkaÂnan seÂhat, pemÂbiÂnaan terhadap orang- tua dan guru, serta media proÂmosi lainnya.
Dari usaha tersebut, 35 persen jaÂjanan yang tak memenuhi syaÂrat berhasil turun menÂjadi 12 perÂsen pada uji sampling hari ke-100.
Namun, kata Kustinah, perlinÂdungan atas anak dari jajanan bahaya tidak hanya tanggung jaÂwab BPOM. Karena itu, BPOM bersama Kementerian Kesehatan mengajak seluruh lapisan masyaÂrakat dalam Gerakan nasional PaÂngan Jajanan Anak Sekolah Yang Aman BerÂmutu dan Bergizi. [rm]
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41