Berita

ilustrasi, jajanan anak

Bisnis

44 Persen Jajanan Anak Tak Layak Dikonsumsi

Mengandung Zat Berbahaya
MINGGU, 03 JULI 2011 | 01:14 WIB

RMOL.Memilih camilan atau jajanan yang benar-benar aman dari zat berbahaya sulit ditemukan. Hasil pengawasan BPOM pada tahun 2008 hingga 2010 menunjukkan, masih terdapat 40-44 persen jajanan yang mengandung zat berbahaya.

Camilan yang  dijual tanpa uji keamanan pangan yang layak masih merak beredar, terutama di kantin sekolah.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kustan­tinah terus menyoroti soal Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

Selain menemukan bahan ber­bahaya, seperti formalin, borax, zat berwarna yang tidak diizin­kan digunakan dalam pangan, BPOM juga menemukan jajanan yang me­ngandung pemanis ber­lebihan.

“Pada dasarnya orangtua harus turut berperan mengawasi ma­kanan atau minuman yang di­kon­sumsi anaknya. Sesuatu yang berl­ebihan itu tentu tidak baik,” kata Kustantinah di  acara semi­nar bertema “Me­milih Jajanan Anak dan Nutrisi Yang Sehat” di Jakarta, baru-baru ini.

Ia mengimbau, orang­tua me­mastikan apakah ma­kanan atau minuman yang di­konsumsi anak­nya tidak berbahaya, bersih dan bergizi.

Menurut dia, peningkatan ke­amanan dan mutu jajanan anak se­kolah seharusnya dilakukan bersama lintas instansi peme­rintah dan dukungan pihak lain. Tak dapat dipungkiri, dalam PJAS ma­sih ditemukan zat-zat ber­ba­haya seperti pemanis buat­an, bo­raks, formalin, dan pe­war­na tekstil.

“Pada 2010, masih ada 13,5 persen anak yang mengalami ke­racunan karena jajanan yang dimakannya,” ujar Kustantinah.

Diakui, setiap tahunnya angka PJAS yang mengandung zat ber­bahaya menurun walaupun tidak signifikan. “Memang, ada penu­runan, tapi nggak signifikan. Kita masih menerapkan strategi agar tidak kembali mengkonsumsi ja­janan yang  berbahaya,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, BPOM telah mela­kukan uji sam­pling terhadap beberapa jajanan di Jakarta, mobil keliling yang menjajakan makanan ke sekolah,  penyebaran brosur ma­ka­nan se­hat, pem­bi­naan terhadap orang- tua dan guru, serta media pro­mosi lainnya.

Dari usaha tersebut, 35 persen ja­janan yang tak memenuhi sya­rat berhasil turun men­jadi 12 per­sen pada uji sampling hari ke-100.

Namun, kata Kustinah, perlin­dungan atas anak dari jajanan bahaya tidak hanya tanggung ja­wab BPOM. Karena itu, BPOM bersama Kementerian Kesehatan mengajak seluruh lapisan masya­rakat dalam Gerakan nasional Pa­ngan Jajanan Anak Sekolah Yang Aman Ber­mutu dan Bergizi. [rm]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya