Berita

ilustrasi/ist

PENGHARAMAN BBM BERSUBSIDI

Fatwa MUI Jaka Sembung, Kagak Nyambung

KAMIS, 30 JUNI 2011 | 08:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk kesekian kalinya menyalahgunakan fatwa bila memang akhirnya memfatwakan haram bagi orang mampu untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubisidi.

"Fatwa MUI itu kan hanya berlaku bagi umat Islam. Sedangkan kebijakan subsidi BBM itu untuk semua rakyat miskin, tanpa dilihat agamanya apa. Jadi fatwa MUI jaka sembung, alias tidak nyambung," kata peneliti senior The Indonesian Institute, Abdurrohim Ghazali, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 30/6).

Rohim mengingatkan, kebijakan subsidi BBM itu merupakan puncak gunung es dari ketidakbecusan pemerintah mengolah dan mendistribusikan sumberdaya alam, khususnya BBM.


"Kalau MUI mau berfatwa, berfatwalah kepada pemerintah agar becus mengolah dan mendistribusikan BBM, bukan mengharamkan membeli BBM bersubsidi. Kalau ada orang kaya membeli BBM bersubsidi, itu tidak patut saja, bukan haram," tegas Rohim.

Rohim juga heran dengan terminologi yang digunakan oleh MUI. Sebab, fatwa halal atau haram lebih tepat digunakan untuk makanan atau minuman. Sedangkan untuk transaksi jual beli, hukum Islam mengenalnya dengan istilah sah atau tidak sah.

"Siapapun yang mau beli premium, asalkan tidak pakai tipu menipu, sah hukumnya," demikian Rohim. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya