Berita

SBY Terpaksa Turun Tangan karena Demokrat Banyak Masalah

SENIN, 27 JUNI 2011 | 09:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mestinya memang tidak banyak mengurusi internal partai yang ia dirikan itu. Tapi karena partai banyak masalah, akhirnya dia harus turun tangan.

"Sebenarnya kalau partainya tidak ada masalah, tidak akan merepotkan. Karena dia kan hanya sebagai Ketua Dewan Pembina. Tetapi inilah problemnya partainya banyak masalah, Ketua Dewan Pembina ikut juga melibatkan diri," ujar pengamat politik dari The Indonesian Institute Abdurrahim Ghazali kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 27/6).

Rohim mengatakan itu saat dimintai pendapat atas penilaian sementara kalangan bahwa SBY sebaiknya meninggalkan jabatan di Demokrat agar konsen menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, SBY tidak bisa melepaskan diri dari Partai Demokrat karena keduanya memang sudah hampir menyatu jadi tidak bisa dipisahkan.


"Dulu waktu 2004 SBY itu kan tidak mengajukan diri sebagai calon presiden kalau tidak ada Partai Demokrat. Partai Demokrat sudah identik dengan SBY. Tapi seharusnya dengan kepengrusan yang lengkap dan proses manajemen modern yang bagus, seharusnya  seorang ketua dewan pembina tidak terlalu mengurus hal-hal yang teknis," tambahnya.

Tapi karena Partai Demokrat belum berjalan sebagaimana mestinya, akhirnya SBY turun tangan. SBY tidak hanya mengurus hal-hal teknis, tapi juga masalah sepele.  "(SBY) bukan hanya masalah teknis. Masalah sepele pun diurusi. Itu contohnya dia mengurus SMS (fitnah yang mencatut nama Nazaruddin) itu," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya