RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan sebagian kalangan menanggalkan jabatan Ketua Dewan Pembina agar konsen menjalankan roda pemerintahan.
Selain itu juga agar bisa memberi contoh kepada para menteri yang masih menjabat sebagai ketua umum partai politik.
Sejauh ini ada tiga menteri yang menjabat ketua umum partai. Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menjabat Menteri Koordinator Perekonomian; Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi; dan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menduduki kursi Menteri Agama.
Tapi menurut pengamat politik M Qodari hal itu sukar untuk dilakukan. Karena jabatan di pemerintahan adalah jabatan politis.
"Belum bisa. Bisa berantakan sistem politik kita. Karena pertama, jabatannya memang jabatan politik. Kedua ikatan yang dekat sekali antara Demokrat dan figur Pak SBY. Berantakan nanti formulasi politiknya," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin petang.
Selain itu, katanya, dengan SBY masih menjabat sebagai ketua dewam pembina, konstelasi politik susah dikendalikan. Apalagi kalau SBY sudah tidak jadi ketua dewan pembina, tentu partai-partai politik mudah untuk mengoyangnya. Makanya, SBY tak akan meninggalkan jabatan tersebut.
"Ya (tidak akan tinggal jabatan itu). Dia nggak punya pegangan lagi nanti, susah dia," tandasnya.
[zul]