Berita

amir syamsuddin/ist

DK Partai Demokrat Siap Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Kasus Andi Nurpati

SENIN, 27 JUNI 2011 | 07:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat diminta untuk memberikan sanksi kepada Ketua DPP Partai Demokrat Divisi Komunikasi Publik Andi Nurpati karena diduuga terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen Mahkamah Konstitusi pada saat masih menjabat anggota Komisi Pemilihan Umum pada tahun 2009 lalu.

Salah seorang yang meminta hal tersebut adalah Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Komunikasi dan Informasi  Ruhut Sitompul.

Sekretaris DK DPP Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengungkapkan kasus pemalsuan dokumen MK ini tidak dapat disimpulkan hanya dengan penguasaan setengah setengah. Menurutnya kasus itu harus didalami secara komprehensif.


"Saya sudah berpesan kepada Andi Nurpati untuk melengkapi seluruh data dan bukti yang dimilikinya yang akan saya dan tim yang secara khusus mendalami kasus tersebut nantinya," katanya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 27/6).

Saat ini, dalam pandangan mantan Sekjen DPP Partai Demokrat tersebut, kasus ini menjadi bias karena adanya kecenderungan politisasi. Dia menjelaskan, usulan menghukum seseorang kader semata hanya karena berdasarkan satu isu, jelas merupakan cara yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, hanya dengan pendekatan murni hukum yang akan berpeluang mengungkap kasus yang berawal dari sengketa pemilihan legislatif tersebut.

"Dalam upaya membantu DPP, akan saya siapkan tim pencari fakta mengupas tuntas kasus ini agar semuanya menjadi terang benderang. Mohon kesabarannya," kata pengacara senior yang mengaku dalam pekan ini akan segera kembali  ke Tanah Air dari Amerika Serikat. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya