saleh daulay/ist
saleh daulay/ist
RMOL. Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan dengan hanya sekadar pawai dan pidato. Apalagi saat ini, Indonesia dikenal sebagai negara yang paling menjanjikan (dream country) untuk bisnis narkoba. Selain letak geografis Indonesia yang sangat strategis, lemahnya tingkat ekonomi masyarakat dan besarnya volume pengangguran dinilai menjadi faktor utama penggerak bisnis narkoba di Indonesia.
"Kalau anak-anak muda usia produktif tidak diberi kesempatan untuk bekerja sesuai dengan minatnya, bisnis narkoba pun bisa menjadi alternatif terakhir mereka. Bagi kelompok muda, walaupun beresiko tinggi, bisnis narkoba tetap menggiurkan mengingat keuntungan besar yang diharapkan mereka. Maka tidak mengherankan bila banyak kaum muda yang terjerembab dalam bisnis haram ini," kata Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online menanggapi perayaan hari anti narkotika se-dunia yang jatuh pada hari ini, (Minggu, 26/6).
Selain faktor ekonomi, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah lemahnya tingkat pendidikan masyarakat. Pendidikan yang rendah menyebabkan banyak orang yang tidak tahu dampak negatif dari narkoba.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 20:09
Selasa, 28 April 2026 | 20:06
Selasa, 28 April 2026 | 20:02
Selasa, 28 April 2026 | 20:01
Selasa, 28 April 2026 | 19:59
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:44
Selasa, 28 April 2026 | 19:42
Selasa, 28 April 2026 | 19:34