Berita

hatta rajasa/ist

Hatta Cs Jadi Menteri, Bukti Sistem Kepartaian di PAN, PKB, PPP Belum Berjalan

MINGGU, 26 JUNI 2011 | 13:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menteri-menteri yang saat ini masih merangkap sebagai ketua umum partai politik dituntut banyak kalangan untuk mundur dari partai atau mundur jabatan menteri agar mereka konsen dalam menjalan tugas mereka di partai atau di pemerintahan. Karena kerap kali, para menteri itu tidak konsen dalam menjalankan roda pemerintahan, begitu juga sebaliknya.

Sejauh ini ada tiga menteri yang menjabat ketua umum partai. Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menjabat Menteri Koordinator Perekonomian; Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi; dan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menduduki kursi Menteri Agama.

Contoh konkret, saat publik masih dikagetkan dengan hukuman mati yang dialami TKI asal Bekasi, Ruyati, Cak Imin justru masih menyempatkan diri untuk menghadiri acara PKB di Kabupaten Tegal.


"Saya kira memang idealnya ketua umum (partai) itu tidak menjabat jabatan menteri ya. Karena pasti berat sekali tugasnya antara menjalankan progam pemerintahan dan menyukseskan dan menjalankan program partai," kata pengamat politik M Qodari kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 26/6).

Tapi masalahnya, jelas Qodari, dalam sistem kepartaian di Indonesia, masih mengalami ketergantungan yang sangat tinggi kepada jabatan struktural di pemerintahan. Selain itu juga, jabatan menteri memberikan prestise kepada figur yang bersangkutan. Sehingga sang menteri menjadi sedemikian kuat di partainya.

"Kalau sistem partai berjalan sebetulnya ketua umum tidak perlu menjadi menteri. Sebetulnya ini lebih banyak kembali kepada internal partai itu sendiri untuk melihat situasi dan kondisi. Tapi publik bisa melihat partai yang masih merangkap ini sebetulnya memang ada masalah dalam sistem pelembagaan di partainya," ungkap pendiri Indo Barometer ini.

Meski dia mengakui tidak ada larangan dalam undang-undang seorang ketua umum menjabat di pemerintahan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya