Berita

aburizal bakrie/ist

JELANG PILKADA DKI

Golkar Kembali ke Zaman Batu kalau Besan Ical yang Diusung

MINGGU, 26 JUNI 2011 | 12:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dalam menentukan siapa yang akan diusung pada pemilihan Gubernur tahun depan, Partai Golkar akan menggelar survei sebelumnya paling tidak sebanyak tiga kali. Survei itu akan dilakukan lembaga independen agar Golkar benar-benar bisa menemukan calon yang disukai masyarakat Jakarta.

Karena, kata bakal calon gubernur dari Partai Golkar, Tantowi Yahya disela-sela acara Gathering Cinta Jakarta di Bumi Harum Manis, Lebak Bulus, Jakarta Selatan tadi malam, Golkar ingin menang dalam pemilihan gubernur kali ini.

"Kalau kalah, citranya partai akan tidak baik. Partai bersungguh-sungguh dalam melakukan survei ini. Supaya dapat calon yang benar-benar disuka atau didukung masyarakta. Saya yakin dan percaya ini akan dilakukan dengan sangat fair dan sportif," ungkapnya.


Karena itu dia yakin Golkar tidak akan mengusung calon dengan alasan kedekatan hubungan kekeluargaan dengan Ketua Umum DPP Partai, Aburizal Bakrie. Salah satu bakal calon Golkar adalah Prya Ramadhani. Prya, Ketua Umum DPD Golkar Jakarta, merupakan besan Ical, panggilan Aburizal Bakrie.

Kalau Golkar menentukan orang yang akan diusung berdasarkan hubungan kekeluargaan, bagi Tantowi itu sama sama Golkar melakukan bunuh diri politik dan kembali ke zaman batu. Meski begitu, dia mengakui, bisa saja Prya yang diusung, tapi bukan karena besan Ical, melainkan orang yang paling disukai masyarakat berdasarkan survei.

"Pak Prya bisa saja diusung, kalau Pak Prya memang paling tinggi (hasil survei). Tapi kalau dia diusung karena besannya Pak Ical, saya rasa bunuh diri Golkar. Golkar melakukan hara kiri. Itu sama saja kembali ke zaman batu. Partai terbuka, modern sangat nasional menggunakan sistem itu. Saya kira akan bunuh diri. Perjuangan yang sudah dibangun selama ini akan bilang dalam sekejap. Saya kira tidak lah itu," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya