ilustrasi, Pembobolan bank
ilustrasi, Pembobolan bank
RMOL.Bank Indonesia (BI) melihat produk deposit on call bisa dijadikan sasaran empuk oknum pembobolan bank. Tak berlebihan jika otoritas moneter diminta mengatur layanan ini.
Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (PerÂbanas) Sigit Pramono mengakui, laÂyanan deposit on call memang rawan pembobolan.
“Ya memang (rawan) pemboÂbolan. Karena itu, deposit on call harus diatur, baik dari sisi bank mauÂpun nasabahnya secara lebih rinci,†kata Sigit, belum lama ini.
Namun, Sigit tidak setuju apaÂbila bank sentral mengÂÂhaÂpus laÂyanan terÂsebut. Menurut dia, jaÂngan samÂpai kasus yang meÂnimÂpa salah saÂtu bank memÂbawa dampak paÂda perbankan secara umum.
“Untuk deposit on call ini, jangan gara-gara satu kasus, laÂyanannya jadi dihapus. IbaÂratnya, kalau orang membunuh dengan pisau, masak mau dilaÂrang penggunaan pisau? Kan fungsi pisau ada sisi positifnya juga,†tegas bankir yang hobi foÂtografi ini.
Setali tiga uang, Direktur UtaÂma BNI Gatot M Suwondo meÂngatakan, kasus pemboboÂlan dana deposit on call tidak diÂsaÂmaratakan pada seluruh bank.
“Itu kan hanya kejadian pada salah satu bank saja, jangan diÂgeÂneralisasi. Yang penting kita taati aturan saja dalam layanan itu,†tutur Gatot kepada Rakyat MerÂdeka, kemarin.
<i>Deposit on call adalah peÂnemÂpatan dana oleh nasabah daÂlam bentuk simpanan berjangka yang penarikannya haÂnya bisa dilaÂkukan melalui pemÂberiÂtahuan terlebih dahulu sesuai keÂsepakaÂtan antara nasaÂbah dan pihak bank.
Sebelumnya, Deputi GuberÂnur BI Bidang PengaÂwasan Perbankan Halim AlamÂsyah meÂnyatakan, layanan deposit on call rawan pemÂboÂbolan.
Pada rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR bersama Bank Mega, Rabu (22/6), Halim mengatakan, peluang terjadinya pembobolan kembali di layanan deposit on call tetap ada.
Deputi Gubernur BI Bidang Peraturan Perbankan Muliaman Darmansyah Hadad menamÂbahkan, secara umum pengaÂwasan internal dapat menjadi kunÂci untuk mengatasi pemÂboÂbolan dana perbankan.
Menurut Muliaman, jika peÂngaÂwasan internal itu dijaÂlanÂkan dengan baik oleh bank, akan saÂngat mengurangi risiko fraud yang dihadapi bank.
“Bank harus melaksanakan prakÂtik good corporate goverÂnanÂce dengan baik. Karena kalau suÂdah menjalankan good corporate goÂvernance dengan baik, tidak akan ada fraud,†terang MuÂliaman via SMS. [rm]
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41