saleh p daulay/ist
saleh p daulay/ist
RMOL. Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membentuk Satuan Tugas Tenaga Kerja Indonesia dikritik banyak pihak. Satgas tersebut dinilai tidak efektif untuk menyelesaikan berbagai problematika yang dihadapi oleh para TKI. Apalagi, Satgas ini hanya ditugaskan untuk menangani TKI yang menghadapi tuntutan hukuman mati. Padahal, persoalan TKI bukan hanya semata-mata terkait hukum, tetapi jauh lebih rumit dari itu.
Selain itu, pembentukan Satgas ini juga dinilai tidak murni untuk menyelesaikan masalah TKI, tetapi lebih pada sikap reaktif Presiden untuk menjawab protes yang muncul di tengah-tengah masyarakat.
"Saya melihat Presiden panik menghadapi protes, kritik, dan teriakan masyarakat. Nah, untuk menarik simpati dan menenangkan mereka yang protes, Presiden lalu berjanji untuk membentuk Satgas ini. Jadi, tidak ikhlas-ikhlas bangetlah," kata Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 24/6).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 20:09
Selasa, 28 April 2026 | 20:06
Selasa, 28 April 2026 | 20:02
Selasa, 28 April 2026 | 20:01
Selasa, 28 April 2026 | 19:59
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:44
Selasa, 28 April 2026 | 19:42
Selasa, 28 April 2026 | 19:34