Berita

PERKECIL DAPIL

PAN Tolak Usul Demokrat, Golkar, dan PDIP

KAMIS, 23 JUNI 2011 | 10:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Usulan Partai Demokrat, Partai Golkar dan PDI Perjuangan untuk memperkecil daerah pemilihan melalui pengurangan alokasi kursi per dapil dari 3-12, menjadi 3- 8 atau bahkan 3-6, semakin mengingkari prinsip proporsionalitas.

"Itu sama saja dengan pemaksaan untuk mengadopsi sistem distrik, karena akan semakin memasung keberagaman," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto pagi ini (Kamis, 23/6).

Terang Bima, alasan bahwa dapil yang kecil akan menguatkan hubungan dengan konstituen sangat relatif. Hal ini sangat tergantung dari kualitas dan jaringan sosial anggota dewan. Karena menurutnya, dengan besaran dapil 3-10 kursi, masih banyak anggota dewan yang mengakar dan dikenal konstituen.


"Masalah kedekatan dengan konstituen itu masalah kualitatif. Berkaitan dengan program partai," jelasnya.

Bila pengecilan dapil itu tetap dilanjutkan, terang politisi muda ini, jelas hanya akan menguntungkan tiga partai besar yang perolehan suaranya merata. Dari usul ini semakin tampak skenario pemberangusan partai menengah setelah UU parpol yang sangat ketat dan usulan ambang batas yang tinggi di UU Pemilu.

"Jika kita konsisten dengan 4 pilar landasan bernegara, maka disain sistem kepartaian ke depan adalah multipartai terbatas, bukan sistem dua atau tiga partai dengan basis distrik," tandas Bima. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya