Berita

Marty Natalegawa/ist

Menlu Marty Beberkan Kegagalan Filipina Dalam Menyelamatkan Warganya dari Hukuman Mati

KAMIS, 23 JUNI 2011 | 10:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemerintah sepertinya tidak terima dengan pembandingan masyarakat atas keberhasilan pemerintah Filipina dalam menyelamatkan warganya dari hukuman mati. Selama ini pemerintah dituding tidak bergerak seperti pemerintah Filipina dalam menyelamatkan Ruyati dari hukuman pancung pada Sabtu lalu di Arab Saudi.

"Pada tahun 1999, perwakilan Filipina di Saudi Arabia baru mengetahui ada warganya yang dieksekusi hukuman mati dua minggu setelah hukuman itu dilaksanakan," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam jumpa pers hari ini di Istana Negara.

"(Ini) bukan upaya untuk pembenaran hanya penyampaian fakta. Selama beberapa hari ini upaya pemerintah sering digambarkan jauh dari negara lain yang mengalami masalah serupa. Tentu terbuka peluang untuk lebih baik, namun fakta juga perlu diperhatikan," tambahnya.


Tak hanya sampai disitu, Menteri Marty juga mendedahkan fakta-fakta lain soal bagaimana warga negara Filipina di Arab Saudi. Karena Filipina selama ini sering disebut di berbagai media telah berhasil memastikan tidak ada satu pun warga negaranya yang dikenakan hukuman mati.

"Misalnya dalam kurun waktu 2001 hingga 2008, enam warga negara Filipina telah dijatuhi hukuman mati. Ini berdasarkan sumber yang terbuka. Meskipun sudah ada intervensi kepala negaranya," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya