Marty Natalegawa/ist
Marty Natalegawa/ist
RMOL. Pemerintah sepertinya tidak terima dengan pembandingan masyarakat atas keberhasilan pemerintah Filipina dalam menyelamatkan warganya dari hukuman mati. Selama ini pemerintah dituding tidak bergerak seperti pemerintah Filipina dalam menyelamatkan Ruyati dari hukuman pancung pada Sabtu lalu di Arab Saudi.
"Pada tahun 1999, perwakilan Filipina di Saudi Arabia baru mengetahui ada warganya yang dieksekusi hukuman mati dua minggu setelah hukuman itu dilaksanakan," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam jumpa pers hari ini di Istana Negara.
"(Ini) bukan upaya untuk pembenaran hanya penyampaian fakta. Selama beberapa hari ini upaya pemerintah sering digambarkan jauh dari negara lain yang mengalami masalah serupa. Tentu terbuka peluang untuk lebih baik, namun fakta juga perlu diperhatikan," tambahnya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 20:09
Selasa, 28 April 2026 | 20:06
Selasa, 28 April 2026 | 20:02
Selasa, 28 April 2026 | 20:01
Selasa, 28 April 2026 | 19:59
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:44
Selasa, 28 April 2026 | 19:42
Selasa, 28 April 2026 | 19:34