Berita

nazaruddin/ist

Lebih Respons SMS Gelap, SBY Keliru Tetapkan Skala Prioritas

KAMIS, 23 JUNI 2011 | 08:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ruyati bin Satubi dihukum pancung di Arab Saudi pada Sabtu lalu. Tapi Presiden SBY baru menggelar jumpa pers hari ini. Hal ini berbeda dengan respons SBY atas SMS gelap yang mencatut nama Muhammad Nazaruddin yang berbeda pada Sabtu (28/5).

SMS yang langsung menohok Presiden SBY itu langsung ditanggapi dua hari kemudian, tepatnya pada Senin (30/5) di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

"(Respons SBY atas kematian TKI) berbeda dengan sesuatu yang sangat personal atau sesuatu yang sifatnya parsial. Contoh kasus (SMS yang mencatut nama) Nazaruddin. Itu adalah kasus yang langsung menohok pribadinya," kata Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 23/6).


Menurut Gun Gun, semua orang sudah tahu bahwa SMS gelap itu adalah bubble issue, yang mudah menggelembung, pecah, lalu hilang. Pada saat orang sudah tahu bahwa itu adalah bubble issue dan sifatnya hanya berada di lingkup kecil, yaitu hanya menyangkut citranya sendiri, mestinya SBY tidak menanggapi. Karena SBY, sebagai seorang pemimpin, harus tahu skala prioritas.

"Ketika menyangkut SMS gelap itu, dia dalam waktu dalam waktu singkat langsung memberikan respons. Berbeda dengan persoalan krusial yaitu menyangkut perlindungan terhadap warga negara. Itu menunjukkan ada skala prioritas yang keliru dalam hal penyampaian pesan oleh Presiden," tandas dosen UIN Jakarta ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya