Berita

raja abdullah bin abdul aziz al saud/ist

Tak Perlu Koar-koar di ILO, SBY Cukup Telepon Raja Arab Saudi

SELASA, 21 JUNI 2011 | 10:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Untuk menjaga dan melindungi warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk para tenaga kerja Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus turun langsung.

"SBY itu kan kepala negara. Di luar negeri itu, untuk menjaga bangsa Indonesia tidak bisa level menteri atau kepala badan. Itu harus langsung (komunikasi) kepala negara dengan kepala negara," kata mantan Ketua Serikat Pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia, Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online, (Selasa, 21/6).

Berbeda kalau persoalan buruh atau pekerja dalam negeri. Persoalan itu cukup ditangani menteri atau kepala badan. Tapi kalau untuk menangani persoalan WNI atau TKI di luar negeri, kata Syahganda lagi, SBY harus turun tangan. Makanya, SBY perlu meniru langkah mantan Presiden Filipina, Qorazon “Qory” Aquino yang meminta langsung kepada Raja Arab Saudi untuk meringankan hukuman kepada warganya.


Makanya dalam kasus Ruyati binti Satubi yang dihukum pancung di Arab Saudi pada Sabtu akhir pekan lalu karena dituduh membunuh majikannya, Presiden SBY harus menghubungi dan akan semakin bagus bila bertemu langsung dengan Raja Arab Saudi, Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud.

"Ini SBY kan tidak pernah telepon langsung. Kalau gagal tidak masalah, yang penting sudah melakukan," terangnya.

Sejalan dengan itu, masih kata Syahganda, Presiden SBY sebenarnya tidak perlu 'berkoar-koar' bagaimana pemerintahannya dalam memperlakukan para buruh dan tenaga kerja, pada 14 Juni lalu dalam Sidang International Labour Organization.

"Itu tidak perlu. Yang penting dia lakukan adalah telepon langsung kepala negara-negara tempatan, bila ada persoalan TKI seperti apa yang dialami Ruyati," tandas Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya