syahganda nainggolan/ist
syahganda nainggolan/ist
RMOL. Terdapat kesalahan paradigma pemerintah dalam memandang dan mengirim Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri. Selama ini pemerintah masih menganggap TKI adalah sebagai beban negara yang harus dikirim ke luar negeri. Mestinya, TKI harus dianggap sebagai aset negara, bahkan begitu juga dengan pekerja yang ada di dalam negeri.
"Ini pertama garis besarnya dulu. TKI itu, kalau kita lihat sebagai sumber daya manusia bangsa Indonesia, mereka itu mau di Arab Saudi, mau di Indonesia, mereka itu berjuang untuk Bangsa Indonesia dengan tantangan yang ada di mana-mana. Zaman dulu di Indonesia ada Marsinah. Nggak perlu ke Arab Saudi, dalam negeri juga meninggal karena memperjuangakan haknya," kata Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 21/6).
Karena TKI, baik yang ada di dalam negeri terlebih di luar negeri, berjuang untuk bangsa Indonesia, makanya pemerintah harus serius dalam melindunginya. Dia melihat, dalam kasus kematian Ruyati, pemerintah masih memandangnya sebagai beban. Yaitu, daripada menganggur di dalam negeri, lebih baik dikirim ke luar negeri.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 20:09
Selasa, 28 April 2026 | 20:06
Selasa, 28 April 2026 | 20:02
Selasa, 28 April 2026 | 20:01
Selasa, 28 April 2026 | 19:59
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:44
Selasa, 28 April 2026 | 19:42
Selasa, 28 April 2026 | 19:34