Berita

ruyati binti satubi/ist

TKI DIPANCUNG

Putri Almarhumah Ruyati Binti Satubi Tahu Kasus Ibunya Setelah Kasak-kusuk

SENIN, 20 JUNI 2011 | 08:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Direktur Perlindungan WNI, Kementerian Luar Negeri, Tatang Razak, meluruskan pernyataan putri Ruyati Binti Satubi, Een Nuraini yang mengaku tidak diberi tahu ihwal kasus yang dihadapi ibunya di Arab Saudi.

Ruyati, Tenaga Kerja Indonesia asal Bekasi, terbukti bersalah membunuh majikannya Khairiya bin Hamid Mijlid awal 2010 lalu hingga akhirnya menerima hukuman pancung pada Sabtu kemarin.

Tak lama dari kejadian pembunuhan itu, keluarga almarhumah dalam hal ini putrinya, Een Nuraini, sebenarnya sudah mendatangi Kemlu dan menanyakan kasus yang dihadapi sang ibu.


"(Saat itu Een bertanya) apa benar Ibu saya sudah dipancung. Kita harus bicara fakta. Saya kok heran berbeda sekali dengan fakta di lapangan dibilang tidak pernah diketahui. Padahal tidak sampai satu bulan (setelah) kejadian itu, kita sudah sampaikan informasi, ada surat tertulis saya bawa file semua," kata Tatang Razak, di TVOne pagi ini.

Pada saat itu, terang Tatang, pihak keluarga kembali menanyakan bahwa apakah ibunya sudah dihukum pancung. Kemlu pun kembali menegaskan jawaban yang sama.

"Kita masih mengupayakan ke lembaga pemaafan. Tapi memang kita sampaikan ini satu-satunya jalan. Kalau keluarga tidak memafkan, maka qishah, hukuman pancung," terangnya.

Een di tempat yang sama seperti tidak menerima pernyataan Tatang. Dia menjelaskan, dia mendapatkan informasi tentang ibunya setelah mencari-cari informasi ke sana kemarin.

"Saya dulu yang kasak kusuk cari informasi. Datang ke Kemlu, BNP2TKI. Semua saya samparin baru dapat surat bahwa ibu saya terjadi kayak begini. Itu yang pertama. Beberapa bulan kemudian kok tidak ada kabar. Saya jalan lagi, saya cari informasi lagi. Sebulan kemudian setelah saya ngadu kesana kemari, baru dapat kabar lagi bahwa ibu bisa akan disidangkan April-Mei 2011. Itu saya sambil hitung hari, April-Mei 2011, kok nggak tahu tanggal berapa sidangnya tahu-tahu dihukum pancung. Apa saya tidak terpukul," bebernya.

Een mengakui selain mendapatkan jadwal persidangan, dirinya juga diberi tahu akan kemungkinan hukuman pancung yang akan diterima oleh sang ibu. Dan Tatang pun menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi tidak memberitahukan waktu pelaksanaan eksekusi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya