Berita

RIZAL RAMLI/IST

TKI DIPANCUNG

Andai Saja Nasihat Rizal Ramli Dilaksanakan SBY

SENIN, 20 JUNI 2011 | 07:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebenarnya telah diberi masukan untuk mengatasi problema tenaga kerja Indonesia. Bahkan solusi yang diusulkan kepada SBY bisa membuat keadaan sebaliknya, yaitu Pemerintah Indonesia yang justru menerima tenaga kerja dari luar negeri.

"Saya ingat ucapan pribadi saya kepada Presiden SBY menjelang pemilu (Pemilihan Umum) 2004," kata mantan Menteri Ekonomi Rizal Ramli kemarin petang.

Saat itu, Rizal Ramli mengusulkan kpeada SBY jika terpilih sebagai presiden untuk membangun proyek perkebunan kelapa sawit. Caranya digalakkan kembali program transmigrasi dimana rakyat diberikan tanah untuk menanam sawit.


"Itu yang dilakukan Mahathir (Muhammad) di Malaysia, masing-masing (wargnya) diberi tujuh hektar (tanah) dikasih credit cost of living, sehingga dalam lima tahun rakyat Malaysia menjadi kaya," ungkap Rizal Ramli.

Karena kebijakan Mahatir tersebutm, jelas Rizal di salah satu televisi swasta ini, Pemerintah Malaysia akhir membutuhkan dan memanggil jutaan rakyat Indonesia untuk bekerja di kebun-kebun sawit mereka.

"Saya hitung pada waktu itu, kalau kita lakukan, itu jutaan tenaga kerja akan bekerja di kebun sawit di seluruh Indonesia. Sehingga kita nggak usah ekspor TKI," beber Rizal lagi.

Rizal masih ingat bagaimana respons SBY atas usul yang ia utarakan itu. Pada saat itu, SBY mengapresasi usul tersebut dan berjanji akan melaksanakannya.

"Tapi, seperti biasa Presiden SBY pintar bicara, pandai berjanji, tapi kenyataannya nol. Inilah salah satu sebab kenapa kita timbul masalah yang berulang-ulang saat ini," tandas Rizal yang dimintai pendapat atas kematian Ruyati Binti Satubi di Arab Saudi karena mendapat hukum pancung.

"Seandainya dikerjakan pada waktu itu, lima tahun kemudian mereka akan panen, akan banyak orang Indonesia yang bekerja hidupnya lebih baik. Barang kali kita perlu tenaga kerja dari Bangladesh dari Pakistan," ungkap Rizal kesal. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya