Berita

rizal ramli/ist

TKI DIPANCUNG

Rizal Ramli pun Bertanya, Memangnya SBY Kemana Saja?

MINGGU, 19 JUNI 2011 | 19:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Hukuman pancung yang dialami Ruyati binti Sapubi, Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Bekasi bukan pertama kali menimpa rakyat Indonesia.

TKI yang dihukum pancung karena membunuh majikannya, Khairiya bin Hamid Mijlid awal 2010 itu adalah orang yang ke-28 menerima hukuman sejenis. Hal ini yang membuat ekonom senior Rizal Ramli tidak habis pikir kenapa pemerintah tidak pernah belajar.

"Harusnya kita belajar dari prsoes itu. Kalau kita lihat apa yang dilakukan Gus Dur (Abdurrahman Wahid saat menjabat presiden), Gus Dur (pada saat) ada orang Indonesia yang mau dihukum mati, (langsung) bertemu dengan Raja Arab Saudi, Raja Fahd. Dan ternyata diberi keringanan hukuman, tidak jadi dihukum mati," ungkap Rizal dalam talk show di Metro TV petang ini.


Tak hanya Gus Dur, masih kata Rizal, ada contoh presiden negara lain yang melakukan hal sejenis. Dia mencontohkan, Presiden Filipina Qori Aquino sempat beberapa kali berkunjung dan bertemu Raja Arab Saudi untuk meminta rakyatnya tidak dihukum mati. Seperti Gus Dur, permintaan Aquino juga dikabulkan.

"Pertanyaannya kemana saja Presiden SBY selama ini," kata Rizal yang juga mantan Menteri Ekonomi era Gus Dur ini.

Menurut Rizal, tak ada cara lain kecuali Presiden SBY bertemu langsung dengan Raja Arab Saudi, agar TKI yang bekerja di sana tidak lagi dihukum pancung. Hal ini karena Arab Saudi merupakan kerajaan dan rajanya feodal. Makanya dia pesimis kalau permasalan seperti itu bisa diselesaikan hanya di level pejabat dan menteri.

"Jadi saya sendiri bingung. Kalau menurut laporan pemerintah, Indonesia di luar negeri semakin populer, Presiden SBY semakin berpengaruh dan dihormati. Tapi kenapa pengaruh dan kehormatan itu tidak digunakan untuk memperjuangkan rakyat Indonesia," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya