Berita

ANDI NURPATI/IST

NEGARA GAGAL

Ny. Andi Nurpati Melengkapi 'Perselingkuhan' Itu

MINGGU, 19 JUNI 2011 | 16:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kekhawatiran terhadap masa depan Indonesia sebagai negara gagal memang sangat beralasan. Sebab, rakyat melihat para pemimpin politik dan birokrasi negara sudah terperangkap dalam nikmat perselingkuhan dengan para mafia di berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menjelaskan eksistensi para mafia di negara ini langsung terlihat oleh publik setiap kali kasus-kasus hukum berskala besar terungkap.

"Dari kasus BLBI, Century, kasus Arthalita Suryani, kasus Mafia pajak Gayus Tambunan hingga kasus Hakim Syarifuddin, selalu merefleksikan peran dan kekuatan para mafia. Bahkan kini, mafia di lembaga Pemilu (KPU) pun sudah mulai terkuak dengan munculnya kasus Andi Nurpati," katanya, (Minggu, 19/6).


Rakyat melihat kemauan dan keberanian politik para pemimpin negeri ini dalam memerangi mafia baru dalam tertuang kata-kata atau pidato, bukan dalam tindakan nyata. Buktinya, proses hukum skandal Bank Century dan mafia pajak nyaris tanpa progres.

Bamsoet, demikian ia akrab disapa melanjutkan, kalau kemudian dimunculkan persepsi bahwa Indonesia berpotensi sebagai negara gagal, itu karena rakyat melihat para pemimpin politik dan birokrasi negara sudah tidak memiliki lagi keberanian politik untuk lepas dari cengkeraman para mafia.

"Mereka berselingkuh dan terperangkap dalam perselingkuhan itu," tegas Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini.

Jika perselingkhuan birokrasi negara dengan para mafia tak bisa diakhiri, sendi-sendi negara akan terus melemah. Sebab, kepedulian birokrasi negara tak lagi kepada negara dan rakyat, melainkan hanya untuk partner selingkuhan mereka, yakni para mafia. Jadi, tidak ada yang salah dengan kekhawatiran akan masa depan Indonesia sebagai negara gagal atau bangkrut.

"Di ruang publik saat ini, sudah muncul kesimpulan bersama bahwa pemerintah dan para pemimpin politik tidak berani memerangi mafia, karena banyak kekuatan politik sudah menikmati keuntungan dari para mafia," tandas alumni Lembaga Ketahanan Nasional ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya