soeharto/ist
soeharto/ist
RMOL. Usul agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mundur dari jabatanya di Partai Demokrat sebagai Ketua Dewan Pembina agar konsen dan fokus untuk memikirkan pemerintahannya seperti diutarakan pengamat politik Tjipta Lesmana, Iberamsjah, Siti Zuhro, dan Refly Harun ditolak Partai Demokrat.
Pendapat para pengamat politik terkemuka di Tanah Air itu dinilai Sekretaris Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat Mamum Murod Al Barbasy, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 17/6), adalah berlebihan. Apalagi, Presiden RI sebelumnya tidak pernah dipersoalkan tentang jabatan mereka di partai.
"Berlebihan meminta SBY mundur sebagai wanbin (Dewan Pembina). Kenapa dulu Soeharto (Ketua Dewan Pembina Golkar), Gus Dur (Abdurrahman Wahid/Ketua Dewan Syuro PKB), dan Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP) tidak dipersoalkan. Padahal ketiganya juga mempunyai posisi yang cukup kuat di partai," ujarnya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 20:09
Selasa, 28 April 2026 | 20:06
Selasa, 28 April 2026 | 20:02
Selasa, 28 April 2026 | 20:01
Selasa, 28 April 2026 | 19:59
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:44
Selasa, 28 April 2026 | 19:42
Selasa, 28 April 2026 | 19:34