Berita

soeharto/ist

Demokrat Minta SBY Disamakan dengan Soeharto, Gus Dur, dan Megawati

JUMAT, 17 JUNI 2011 | 08:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Usul agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mundur dari jabatanya di Partai Demokrat sebagai Ketua Dewan Pembina agar konsen dan fokus untuk memikirkan pemerintahannya seperti diutarakan pengamat politik Tjipta Lesmana, Iberamsjah, Siti Zuhro, dan Refly Harun ditolak Partai Demokrat.

Pendapat para pengamat politik terkemuka di Tanah Air itu dinilai Sekretaris Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat Mamum Murod Al Barbasy, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 17/6), adalah berlebihan. Apalagi, Presiden RI sebelumnya tidak pernah dipersoalkan tentang jabatan mereka di partai.

"Berlebihan meminta SBY mundur sebagai wanbin (Dewan Pembina). Kenapa dulu Soeharto (Ketua Dewan Pembina Golkar), Gus Dur (Abdurrahman Wahid/Ketua Dewan Syuro PKB), dan Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP) tidak dipersoalkan. Padahal ketiganya juga mempunyai posisi yang cukup kuat di partai," ujarnya.


Hal senada juga diungkapkan Mamun menanggapi pendapat para pengamat itu yang menilai energi Presiden SBY terkuras untuk urusan partai.

"Berlebihan juga menyebut SBY energinya terkuras untuk partai. Hanya sebagian kecil saja energi yang dicurahkan SBY untuk partai. Selebihnya tetap di bawah kendali Ketum AU (Anas Urbaningrum) dan jajaran pengurus harian lainnya," jelas politikus muda ini.

Dia menyontohkan, saat ini agenda terbesar partai adalah merampungkan pelaksanaan musyawarah daerah dan musyawarah cabang yang diharapkan selesai pada akhir tahun 2011 ini. Tentu, tegasnya, untuk urusan-urusan ini bukanlah wilayah Dewan Pembina.

Sebelumnya, politikus senior Partai Demokrat Sutan Bhatoegana juga menolak usul agar SBY mundur dari jabatan ketua Dewan Pembina. Dia mengatakan, setiap pemimpin pasti bisa membagi waktu untuk urusan negara dan urusan lainnya. "Jadi tidak ada istilah energi terkuras," tegas Sutan, yang juga ketua DPP Partai Demokrat itu. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya