Berita

Helmy Faisal Zaini

Dahnil Simanjutak: Saran Menteri Helmy Kontraproduktif soal DAU-DAK untuk Daerah Tertinggal

KAMIS, 16 JUNI 2011 | 11:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dana alokasi umum dan dana alokasi khusus tidak mampu secara efektif mengangkat daerah tertinggal bukan disebabkan skim dana perimbangan ini tidak pas secara konseptual.

DAU dan DAK tidak mampu mengangkat daerah tertinggal karena praktek penetapan besaran DAU dan DAK yang tidak sebagaimana mestinya. Proses lobby besaran DAU dan DAK yang dilakukan Pemerintah Daerah bersama dengan anggota DPR dan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Keuanganlah yang mengganggu distribusi dana perimbangan sesuai dengan formulasi yang telah ditetapkan.

Hal itu dikatakan ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 16/6).


Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini mengatakan itu menganggapi pernyataan menteri Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmy Faisal Zaini.

"Oleh sebab itu agaknya saran Askati atau Menteri PDT kontraproduktif selama permasalahan lobby-lobby DAU dan DAK tidak dilawan, kuncinya ada disitu," tegas Dahnil, yang juga Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Kemarin, usai menghadiri Musyawarah Nasional Asosiasi Kabupaten Tertinggal (Askati) di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Menteri Helmy menyatakan DAU dan DAKyang digulirkan pemerintah pada 12 sektor belum berhasil membangun daerah tertinggal. Karena program pemerintah ini hanya dirasakan oleh daerah-daerah maju. Dia juga berharap pembangunan daerah tertinggal tidak hanya mengandalkan APBN yang nilainya hanya sebesar Rp 1,2 triliun. Apalagi anggaran tersebut tidak cukup untuk menjangkau 155 daerah, terutama daerah baru hasil pemekaran wilayah. Helmy pun meminta Menteri Keuangan Agus Martowardojo agar lebih memprioritaskan pembangunan daerah tertinggal.

"Kami mengusulkan kepada Menteri Keuangan agar mempertimbangkan adanya DAK daerah tertinggal pada perhitungan APBN," ucap Helmy. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya