Berita

ISU KLB DEMOKRAT

Kesalahan Demokrat Memang Dicari-cari

SELASA, 14 JUNI 2011 | 11:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Satu per satu fungsionaris DPP Partai Demokrat meluruskan isu Kongres Luar Biasa yang menyeruak belakangan ini. Setelah Sekretaris Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin, giliran Sutan Bhatoegana yang memberikan tanggapan.

"Pertama saya mau sampaikan, sejak kongres di Bandung, banyak pengamat dan masyarakat yang membilang Demokrat akan jadi contoh dan panutan karena menampilkan tokoh-tokoh muda, partai ini akan jadi partai idola," kata Sutan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 14/6).

Tapi katanya, pasti ada orang yang kurang senang, termasuk apabila Demokrat semakin besar. Apalagi pada saat mengikuti Pemilu pertama kali tahun 2004, Demokrat menang pada Pemilihan Presiden. Sedangkan pada Pemilu berikutnya, Demokrat memenangi Pemilihan Legislatif dan Pilpres.
 

 
"Maka dicari-carilah kesalahanya," kata Sutan, yang juga anggota Komisi VII DPR ini.

Menurut Sutan ada tiga hal yang dijadikan orang yang tak senang Demokrat untuk menyerang. Pertama dugaan pemalsuan dokumen Mahkamah Konstitusi oleh Andi Nurpati yang dilaporkan Ketua MK Mahfud MD ke Kepolisian. Kedua beberapa kader Demokrat yang tersangkut kasus korupsi. Menurut Sutan, kader-kader yang diduga tersangkut kasus hukum itu melakukan dugaan pelanggaran hukum tersebut sebelum masuk ke Partai Demokrat.

"Kita kan tidak tahu. Apa anda tahu (siapa yang bermasalah)? Ini kan partai terbuka, siapa saja boleh masuk. Kan kita senang-senang saja kalau ada bupati dan walikota yang bergabung ke kita," katanya saat ditanya apakah Demokrat sebelumnya tidak tahu bahwa calon kader itu adalah orang bermasalah.

Tapi atas dasar pengalaman itu, kata Sutan, partainya akan memperketat persyaratan orang yang akan bergabung. Demokrat juga akan memperhatikan jenjang pengkaderan setiap kader. Meski begitu, Sutan memastikan, Demokrat tetap mendorong penegak hukum kader-kader Demokrat yang diduga tersangkut hukum.

"Buktikan saja. Kita dorong KPK dan penegak hukum lainnya kupas tuntas. Ingat KPK berdaya saat Presiden dijabat Pak SBY. Pak SBY mendorong KPK (untuk mengusut) siapa saja yang terkait korupsi, termasuk (bila ada yang dari) Istana," katanya mantap. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya