Berita

ANDI NURPATI/IST

KASUS ANDI NURPATI

Polri Dinilai Punya Track Record Buruk soal Penanganan Pelanggaran Pemilu

SELASA, 14 JUNI 2011 | 08:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kasus dugaan pemalsuan dokumen Mahkamah Konstitusi oleh mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Andi Nurpati yang dilaporkan Ketua MK Mahfud ke Kepolisian tahun lalu hingga kini belum jelas juntrungannya.

Ketidakseriusan Polri dalam menangani kasus Andi Nurpati, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPP Partai Demokrat itu, sejatinya bukan sesuatu yang mengejutkan. Karena ditengarai, Polisi punya track record buruk dalam soal penanganan pelanggaran Pemilu.

"Tapi aku skeptis (kasus Andi Nurpati dituntaskan), mengingat Polri tidak netral saat pemilihan legislatif," kata anggota Komisi III DPR Eva Sundari kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 14/6).


Eva mengingatkan, laporan masyarakan atas kisruh Daftar Pemilih Tetap pada Pemilihan Umum 2009 lalu dicuekin Polri. Bahkan, tegas Eva, Kapolda Jawa Timur Herman Suryadi Wiredja sampai dicopot karena mau menindaklanjuti kasus DPT pada saat pemilihan Gubernur Jawa Timur pada tahun 2009 lalu.

Sebaliknya, masih kata Eva, Polisi malah bertindak berlebihan dalam merespons dugaan kasus politik uang saat pileg yang melibatkan Putra SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono. Tapi yang ditangani bukan kasus politik uangnya. Malah pihak yang mengeluarkan informasi tersebut jusru dituding melakukan pencemaran nama baik.

"Media yang melaporkan keterlibatan koramil dalam pemenangan Ibas malah dikriminalkan, kasusnya nggak diapa-apakan," beber politisi PDI Perjuangan ini.

Karena itu, kembali ke kasus yang melibatkan Andi Nurpati di atas, Eva berharap para calon anggota legislatif yang jadi korban sehingga kursi hilang, segera buka mulut dan melaporkan ke Kepolisian, seperti yang dilakukan Mahfud MD.

"Lalu kita memastikan ada proses hukum yang terbuka, transparan, aksesable bagi publik untuk memastikan Polri bertindak fair. Jika tidak, maka kejahatan pemalsuan itu bisa disimpulkan sebagai bagian dari konspirasi besar," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya