Berita

SBY Sudah Bertindak untuk Kembalikan Koruptor Indonesia dari Singapura

SENIN, 13 JUNI 2011 | 17:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipertanyakan banyak kalangan dan pengamat belakangan ini menyusul banyaknya koruptor yang lari ke Singapura. SBY dinilai tidak tegas terhadap pemerintahan Singapura yang "menyembunyikan" para koruptor Indonesia itu.

Dosen Institut Ilmu Pemerintahan, Umar Syadat Hasibuan menegaskan bahwa para koruptor tidak bisa dikembalikan ke Tanah Air bukan karena ketidakmampuan Presiden SBY. Tetapi lebih dikarenakan ketidakmauan dan tidak adanya niat baik pemerintahan Singapura untuk membantu pemerintah dalam memulangkan para koruptor yang bermukim di sana.

"Pemerintah SBY sudah merespons dan bertindak tegas dalam hal ini sebelumnya. Karena itu biarkanlah hal ini cukup diserahkan kepada KPK, Kepolisian, Kejaksaan dan Kementerian Luar Negeri untuk menyelesaikan, bukan dengan mengompori publik bahwa ini kesalahan Presiden SBY," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.


Selain itu Umar juga mengingatkan kepada semua pihak, bahwa sebenarnya Indonesia telah berhasil "memaksa" Singapura untuk menandatangani perjanjian ekstradisi dan perjanjian kerjasama pertahanan antara kedua negara di Bali tanggal 27 April 2007.

"Inilah salah satu  koridor hukum bagi pelaksanaan dan peningkatan hubungan bilateral kedua negara, yang dilakukan Pemerintahan SBY. Jadi agak janggal dan menyesatkan jika ada pihak-pihak yang menyalahkan Presiden SBY lembek terhadap Singapura," tambahnya.

Karena itulah, ia juga meminta kepada semua pihak jangan asal berkomentar negatif memprovokasi masyarakat dengan opini sesat yang menyatakan seolah-olah karena kelembekan pemerintahan dan Presiden SBY. Bagaimanapun negara ini mempunyai sistem dan mekanisme dalam menangani segala persoalan yang terjadi, tinggal bagaimana kita bisa mengawasinya sekaligus memberikan solusi.

"Bukan dengan berteriak histeris di berbagai forum dan media massa, karena ini bisa memperkeruh keadaan sekaligus bisa memancing timbulnya kekacauan baru di negeri ini," tandas mantan aktivis pergerakan ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya