Berita

adang daradjatun/ist

MIRANDAGATE

KPK Ragukan Klaim Jenderal Adang Pegang Rekaman Penyidik KPK

SENIN, 13 JUNI 2011 | 08:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus memproses kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada tahun 2004 lalu.

"Ya ini kan proses," kata Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi SP kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 13/6).

Johan dimintai tanggapan atas keberatan Adang Daradjatun yang mempertanyakan kenapa istrinya, Nunun Nurbaeti ditetapkan sebagai tersangka sedangkan Arie Malangjudo dan Miranda S Goeltom masih melenggang. Padahal kata Adang, Arie Malangjudo sudah mengaku memberikan travel Cek kepada sejumlah anggota DPR dan Miranda S Goeltom mengadakan dan membiayai pertemuan dengan sejumlah anggota DPR di sebuah hotel.


Johan Budi sendiri tidak mau berspekulasi tentang klaim Adang Daradjatun yang mengaku menyimpan rekaman penyidik KPK saat memeriksanya beberapa waktu lalu. Dalam rekaman itu penyidik KPK mengatakan bahwa Miranda lah yang memotivasi pemberian travek cek tersebut.

"Ya Pak Adang punya itu. Tapi gini saja lah, menurut saya Pak Adang sama Bu Nunun datang ke KPK menjelaskan itu. Kan sejak awal kita minta keterangan Bu Nunun itu supaya kasus menjadi clear. Itu kan versi Pak Adang. Pak Adang datang saja ke KPK dengan Bu Nunun. Biar masalahnya clear," tandasnya.

Kenapa rekaman itu bisa sampai ke Adang?

"Saya nggak tahu. Yang pertama Adang benar nggak ngomongnya itu. Kan kita nggak tahu benar nggak dia ngomong itu. Kedua rekaman apa yang dimaksud. Makanya datang saja ke KPK, biar clear," ujarnya.

Apakah KPK akan mengkroscek ke penyidik KPK?

"Ya terbalik dong pertanyaannya. Yang dimaksud Adang itu rekamannya apa, buka saja kalau ada. Baru kita menkonfirmasi rekamannya jenis apa, gitu-gitu loh. Kedua, kan belum tentu Adang itu benar juga. Emangnya pasti dia benar, kan belum tentu. Lebih baik datang ke KPK," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya